Jumat, 15 Mei 2026

Harga Batu Bara Rontok Gara-gara Kekhawatiran Kelebihan Pasokan di China

Penulis : Indah Handayani
25 Nov 2023 | 06:05 WIB
BAGIKAN
ilustrasi batu bara (FOTO: AP Photo/Phelan M. Ebenhack)
ilustrasi batu bara (FOTO: AP Photo/Phelan M. Ebenhack)

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara rontok pada Jumat (24/11/2023). Gara-gara kekhawatiran kelebihan pasokan di China. 

Pada Jumat (24/11/2023), harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka November 2023 jatuh US$ 0,15 menjadi di US$ 122 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Desember 2023 turun US$ 0,1 menjadi US$ 127,9 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Januari 2024 melemah US$ 0,95 menjadi US$ 129,4 per ton.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, harga batu bara Rotterdam untuk kontrak berjangka November 2023 terkerek US$ 0,1 menjadi US$ 123,75. Sementara itu, kontrak berjangka Desember 2023 naik US$ 1,4 menjadi US$ 119,9. Serta, kontrak berjangka Januari 2024 meningkat US$ 1,55 menjadi US$ 117,05. 

ADVERTISEMENT

Research and Development ICDX Girta Yoga menjelaskan, harga batu bara bergerak melandai cenderung bearish. Sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan harga batu bara hari ini adalah China yang meningkatkan produksi dalam negeri dan lonjakan impor memicu kekhawatiran akan terjadinya kondisi over supply atau kelebihan pasokan.

“Permintaan China berpotensi masih akan terus kuat didukung oleh kebutuhan listrik. Sedangkan di satu sisi, ada isyarat peningkatan produksi dalam negeri di tengah peningkatan impor. ungkap Yoga kepada Investor Daily, Jumat (24/11/2023).

Selain itu, lanjut Yoga, pernyataan bank terbesar Eropa, BNP Paribas yang mengatakan tidak akan lagi memberikan pembiayaan untuk proyek-proyek berbasis batu bara. Hal itu membuat harga batu bara bergerak pada resistance US$ 125 per ton dan support terdekat di harga US$ 120 per ton.

Menurut Yoga, sepanjang pekan keempat November ini, harga batu bara berada dalam tren bearish dengan pelemahan sebesar 0,29%. Sedangkan selama November hingga penutupan pekan keempat, harga batu bara bergerak bullish dengan penguatan mencapai 104,3%. “Dilihat secara year to date (ytd) hingga penutupan pekan keempat, harga batu bara telah menguat sebesar 32,99%,” papar Yoga.

Yoga menambahkan, pelemahan harga batu bara juga seiring dengan pergerakan harga gas alam yang berada dalam tren bearish. Hal itu karena kondisi stok gas alam yang masih mencukupi di negara Eropa.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia