Harga Batu Bara Rontok Gara-gara Kekhawatiran Kelebihan Pasokan di China
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara rontok pada Jumat (24/11/2023). Gara-gara kekhawatiran kelebihan pasokan di China.
Pada Jumat (24/11/2023), harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka November 2023 jatuh US$ 0,15 menjadi di US$ 122 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Desember 2023 turun US$ 0,1 menjadi US$ 127,9 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Januari 2024 melemah US$ 0,95 menjadi US$ 129,4 per ton.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, harga batu bara Rotterdam untuk kontrak berjangka November 2023 terkerek US$ 0,1 menjadi US$ 123,75. Sementara itu, kontrak berjangka Desember 2023 naik US$ 1,4 menjadi US$ 119,9. Serta, kontrak berjangka Januari 2024 meningkat US$ 1,55 menjadi US$ 117,05.
Research and Development ICDX Girta Yoga menjelaskan, harga batu bara bergerak melandai cenderung bearish. Sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan harga batu bara hari ini adalah China yang meningkatkan produksi dalam negeri dan lonjakan impor memicu kekhawatiran akan terjadinya kondisi over supply atau kelebihan pasokan.
“Permintaan China berpotensi masih akan terus kuat didukung oleh kebutuhan listrik. Sedangkan di satu sisi, ada isyarat peningkatan produksi dalam negeri di tengah peningkatan impor. ungkap Yoga kepada Investor Daily, Jumat (24/11/2023).
Selain itu, lanjut Yoga, pernyataan bank terbesar Eropa, BNP Paribas yang mengatakan tidak akan lagi memberikan pembiayaan untuk proyek-proyek berbasis batu bara. Hal itu membuat harga batu bara bergerak pada resistance US$ 125 per ton dan support terdekat di harga US$ 120 per ton.
Menurut Yoga, sepanjang pekan keempat November ini, harga batu bara berada dalam tren bearish dengan pelemahan sebesar 0,29%. Sedangkan selama November hingga penutupan pekan keempat, harga batu bara bergerak bullish dengan penguatan mencapai 104,3%. “Dilihat secara year to date (ytd) hingga penutupan pekan keempat, harga batu bara telah menguat sebesar 32,99%,” papar Yoga.
Yoga menambahkan, pelemahan harga batu bara juga seiring dengan pergerakan harga gas alam yang berada dalam tren bearish. Hal itu karena kondisi stok gas alam yang masih mencukupi di negara Eropa.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






