Jumat, 15 Mei 2026

Kala GOTO Berbalik Arah

Penulis : Thresa Sandra Desfika
25 Nov 2023 | 17:48 WIB
BAGIKAN
TBS (TOBA) dan GOTO mendirikan perusahaan patungan PT Energi Kreasi Bersama dengan nama brand Electrum. (Foto: Electrum)
TBS (TOBA) dan GOTO mendirikan perusahaan patungan PT Energi Kreasi Bersama dengan nama brand Electrum. (Foto: Electrum)

JAKARTA, investor.id - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diparkir stagnan di Rp 94 pada perdagangan Jumat (25/11/2023). Sebanyak 4,76 miliar saham ditransaksikan, frekuensi 30.605 kali, dan nilai transaksi Rp 449,69 miliar.

Saham GOTO dalam satu pekan terakhir meloncat 10,59%, dan dalam satu bulan terakhir terbang 49,21%.

Saham GOTO berbalik arah pada November ini, setelah pada Oktober lalu mengalami penurunan yang dalam. Bahkan saham teknologi ini sempat menyentuh level terendahnya sepanjang masa Rp 54 pada 16 Oktober.

GOTO bangkit dan sepanjang November berjalan menjadi saham yang kenaikannya tertinggi nomor dua di indeks LQ45 sebesar 56,7%. Di bawah saham PT Bank Jago Tbk (JAGO) dengan lesatan 96,2%.

ADVERTISEMENT

Terpantau, saham GOTO sempat naik paling tinggi di bulan November sebesar 14,52% pada tanggal 2. Lalu di 23 November, GOTO +11,90%.

GOTO sendiri baru mengungkap keterbukaan informasi terbaru terkait transaksi afiliasi. Sekretaris Perusahaan GOTO, RA Koesoemohadiani menjelaskan bahwa anak usaha GOTO, yakni PT Rekan Anak Bangsa (RAB) meneken fasilitas pinjaman dengan PT Energi Kreasi Bersama (EKB/Electrum) pada 20 November 2023. RAB sebagai pemberi pinjaman dan EKB selaku penerima pinjaman.

“Jumlah fasilitas pinjaman sampai dengan Rp 45 miliar,” sebut RA Koesoemohadiani.

Bunga pinjaman 10,95% per tahun, periode ketersediaan tiga tahun sejak tanggal perjanjian, dan dengan jangka waktu lima tahun sejak tanggal perjanjian.

“RAB merupakan anak perusahaan yang dimiliki sekurang-kurangnya 99,99% oleh GOTO. Dan EKB merupakan perusahaan asosiasi yang memiliki kesamaan anggota dewan komisaris dengan anggota dewan komisaris GOTO,” jelas RA Koesoemohadiani.

RAB memiliki 50% saham di EKB. Sedangkan 50% saham EKB lainnya dipegang oleh PT Karya Baru TBS, anak usaha PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).

Manajemen GOTO menyatakan, EKB, pihak terafiliasi perseroan, masih dalam tahap pengembangan awal dan membutuhkan dukungan dari pemegang saham untuk keperluan penelitian, pengembangan usaha, dan untuk mendukung kegiatan usaha operasional EKB.

Sebagai informasi, pada tahun 2021, TBS (TOBA) dan GOTO mendirikan perusahaan patungan PT Energi Kreasi Bersama dengan nama brand Electrum.

Electrum akan mengembangkan ekosistem dan industri kendaran listrik secara terintegrasi dari hulu ke hilir, meliputi manufaktur sepeda motor listrik, teknologi pembuatan baterai, infrastruktur penukaran (swap) baterai dan stasiun pengisian daya, hingga pembiayaan.

Sebelumnya, pada 23 Juni 2023, Electrum mengumumkan dimulainya pembangunan pabrik motor listrik di Indonesia. Peletakan batu pertama pabrik merealisasikan komitmen Electrum sebagai salah satu penggagas gerakan pembangun ekosistem kendaraan listrik roda dua, sekaligus mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik sebagai upaya transisi energi berkelanjutan Indonesia.

Pabrik yang berlokasi di kawasan GIIC Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, dibangun di lahan seluas tiga hektare, dan memiliki kapasitas produksi sampai dengan 250 ribu unit per line pada tahap awal. Pabrik ini ditargetkan akan selesai pada pertengahan tahun 2024 dan memulai produksi pada tahun yang sama.

Kabar Lain

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia