Jumat, 15 Mei 2026

Isu Akuisisi Mencuat, Market Cap Barito Renewables (BREN) Tembus Rp 920 Triliun

Penulis : Muawwan Daelami / Jauhari Mahardhika
30 Nov 2023 | 20:25 WIB
BAGIKAN
Salah satu fasilitas PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). (Foto: BREN)
Salah satu fasilitas PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). (Foto: BREN)

JAKARTA, investor.id – Isu soal rencana akuisisi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sulawesi oleh PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) – raksasa panas bumi milik konglomerat Prajogo Pangestu – muncul ke permukaan.

Isu tersebut sontak direspons positif oleh pelaku pasar. Tercermin dari harga saham BREN yang melejit 12,2% ke level Rp 6.875 pada penutupan perdagangan Kamis (30/11/2023). Bahkan saham BREN sempat mencapai level tertinggi Rp 7.075. Lonjakan harga saham itu mendorong nilai kapitalisasi pasar (market cap) BREN menembus Rp 920 triliun.

Alhasil, Barito Renewables atau BREN memantapkan posisinya di peringkat 2 dalam daftar emiten dengan market cap terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). BREN makin mendekati PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menempati peringkat 1 dengan market cap Rp 1.095 triliun.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya di peringkat 3 adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 791 triliun. Sedangkan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) di peringkat 4 dengan market cap Rp 643 triliun dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di peringkat 5 senilai Rp 541 triliun.

Kemudian, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) di peringkat 6 dengan market cap Rp 522 triliun, PT Telkom Indonesia (TLKM) di peringkat 7 senilai Rp 372 triliun, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) di peringkat 8 sebesar Rp 255 triliun, PT Astra International Tbk (ASII) di peringkat 9 senilai Rp 219 triliun, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) di peringkat 10 sebesar Rp 195 triliun.

Punya Grup Ayala? 

Investment Analyst Stockbit, Theodorus Melvin memperkirakan, aset yang akan diakuisisi BREN adalah PLTB Sidrap. “Perkiraan ini kami didasarkan pada kedekatan antara Grup Barito dan Grup Ayala, perusahaan konglomerasi Filipina sebagai pemilik tidak langsung PLTB Sidrap,” tulis dia dalam ulasannya.

Grup Ayala melalui AC Energy merupakan pemegang 15% saham PLTP Salak dan Darajat yang dimiliki BREN. Sebelumnya, Grup Barito juga membeli mayoritas aset PLTP Salak dan Darajat dari AC Energy.

Saat ini, mayoritas kepemilikan PLTB Sidrap dikuasai oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi, perusahaan yang dibangun konsorsium UPC Renewables dan AC Energy Holding. PT UPC Sidrap Bayu Energi memiliki sebagian porsi di PLTP Salak dan Darajat.

Sebagai informasi, pembangunan PLTB Sidrap menelan dana US$ 150 juta. Jika transaksi ini terlaksana, PT Barito Wind Energy selaku anak usaha BREN berpotensi menjadi pemilik mayoritas PLTB Sidrap. Dengan mengakuisisi PLTP Sidrap, total kapasitas terpasang BREN dapat tumbuh 8,5% menjadi 961 MW.

Ketika dikonfirmasi, Merly selaku direktur dan sekretaris perusahaan Barito Renewables Energy, mengatakan bahwa pihaknya terus aktif menggarap berbagai potensi EBT yang ada, tidak terkecuali pembangkit listrik tenaga angin (bayu). Hal itu sesuai dengan visi dan misi emiten berkode saham BREN tersebut.

“Namun, sampai saat ini, kami tidak dapat memberikan konfirmasi apa-apa,” ujar Merly kepada Investor Daily, Kamis (30/11/2023).

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 50 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 60 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia