Isu Akuisisi Mencuat, Market Cap Barito Renewables (BREN) Tembus Rp 920 Triliun
30 Nov 2023 | 20:25 WIB
JAKARTA, investor.id – Isu soal rencana akuisisi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sulawesi oleh PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) – raksasa panas bumi milik konglomerat Prajogo Pangestu – muncul ke permukaan.
Isu tersebut sontak direspons positif oleh pelaku pasar. Tercermin dari harga saham BREN yang melejit 12,2% ke level Rp 6.875 pada penutupan perdagangan Kamis (30/11/2023). Bahkan saham BREN sempat mencapai level tertinggi Rp 7.075. Lonjakan harga saham itu mendorong nilai kapitalisasi pasar (market cap) BREN menembus Rp 920 triliun.
Alhasil, Barito Renewables atau BREN memantapkan posisinya di peringkat 2 dalam daftar emiten dengan market cap terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). BREN makin mendekati PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menempati peringkat 1 dengan market cap Rp 1.095 triliun.
Selanjutnya di peringkat 3 adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 791 triliun. Sedangkan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) di peringkat 4 dengan market cap Rp 643 triliun dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di peringkat 5 senilai Rp 541 triliun.
Kemudian, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) di peringkat 6 dengan market cap Rp 522 triliun, PT Telkom Indonesia (TLKM) di peringkat 7 senilai Rp 372 triliun, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) di peringkat 8 sebesar Rp 255 triliun, PT Astra International Tbk (ASII) di peringkat 9 senilai Rp 219 triliun, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) di peringkat 10 sebesar Rp 195 triliun.
Punya Grup Ayala?
Investment Analyst Stockbit, Theodorus Melvin memperkirakan, aset yang akan diakuisisi BREN adalah PLTB Sidrap. “Perkiraan ini kami didasarkan pada kedekatan antara Grup Barito dan Grup Ayala, perusahaan konglomerasi Filipina sebagai pemilik tidak langsung PLTB Sidrap,” tulis dia dalam ulasannya.
Grup Ayala melalui AC Energy merupakan pemegang 15% saham PLTP Salak dan Darajat yang dimiliki BREN. Sebelumnya, Grup Barito juga membeli mayoritas aset PLTP Salak dan Darajat dari AC Energy.
Saat ini, mayoritas kepemilikan PLTB Sidrap dikuasai oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi, perusahaan yang dibangun konsorsium UPC Renewables dan AC Energy Holding. PT UPC Sidrap Bayu Energi memiliki sebagian porsi di PLTP Salak dan Darajat.
Sebagai informasi, pembangunan PLTB Sidrap menelan dana US$ 150 juta. Jika transaksi ini terlaksana, PT Barito Wind Energy selaku anak usaha BREN berpotensi menjadi pemilik mayoritas PLTB Sidrap. Dengan mengakuisisi PLTP Sidrap, total kapasitas terpasang BREN dapat tumbuh 8,5% menjadi 961 MW.
Ketika dikonfirmasi, Merly selaku direktur dan sekretaris perusahaan Barito Renewables Energy, mengatakan bahwa pihaknya terus aktif menggarap berbagai potensi EBT yang ada, tidak terkecuali pembangkit listrik tenaga angin (bayu). Hal itu sesuai dengan visi dan misi emiten berkode saham BREN tersebut.
“Namun, sampai saat ini, kami tidak dapat memberikan konfirmasi apa-apa,” ujar Merly kepada Investor Daily, Kamis (30/11/2023).
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






