Jumat, 15 Mei 2026

Meski Rugi, Telkom (TLKM) Tetap Setia Investasi di GOTO

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
1 Des 2023 | 04:20 WIB
BAGIKAN
ilustrasi Telkom. (Dok. Telkom)
ilustrasi Telkom. (Dok. Telkom)

JAKARTA, investor.id  - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tetap optimistis terhadap investasinya di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Di tengah tren penurunan nilai saham GOTO yang berdampak pada kinerja keuangan Telkom. Perseroan menegaskan, investasi ini lebih berorientasi pada misi sinergi jangka panjang.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel Mohamad Ramzy menjelaskan, tujuan utama investasi di GOTO tidak melulu soal uang, tetapi lebih sebagai realisasi dan wujud sinergi antara PT Telekomunikasi Seluler Indonesia (Telkomsel) dengan GOTO untuk menumbuhkan digitalisasi ke masyarakat hingga ke pelosok negeri.

"Jadi kami masih mempertahankan investasi di GOTO dan akan terus meningkatkan sinergi yang dilakukan antara keduanya,” tegas Ramzy, dalam Public Expose Live 2023, Kamis (30/11/2023).

ADVERTISEMENT

Ramzy menyampaikan, wujud sinergi itu bahkan sudah terealisasi sejak awal Telkomsel berinvestasi di GOTO. Beberapa di antaranya melalui layanan atraktif dan kompetitif untuk para driver GOTO. Kemudian, lewat perluasan channel kerja sama dengan para merchant dan outlet.

"Ini terus kami monitor dan expand dari waktu ke waktu, termasuk juga dengan adanya konsolidasi antara GOJEK dan Tokopedia juga itu menjadi ruang untuk kami bertumbuh dan meningkatkan sinergi yang potensial yang potensial dilakukan oleh perseroan dengan GOTO," paparnya.

Sebagai informasi, dalam laporan keuangan kuartal III-2023, TLKM mengungkapkan nilai wajar investasi di GOTO per 30 September 2023 menggunakan nilai pasar saham GOTO, yakni sebesar Rp85 per saham.

Jumlah kerugian perubahan nilai wajar investasi Telkomsel di GOTO yang belum direalisasi per 30 September 2023 adalah sebesar Rp142 miliar dan disajikan sebagai kerugian perubahan nilai wajar investasi yang belum direalisasi pada laporan laba rugi konsolidasi.

Sementara per 30 Oktober 2023, TLKM menilai nilai pasar saham GOTO sebesar Rp56 per saham, sehingga kerugian yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar investasi pada GOTO akan membuat Telkom bisa berpotensi rugi sebesar Rp 688 miliar.

Hingga September 2023, Telkom membukukan pertumbuhan positif sebesar Rp 111,2 triliun atau tumbuh 2,2% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan ini disokong oleh pertumbuhan layanan data, internet dan IT sebesar 4,8% menjadi Rp63,4 triliun, dengan meningkatkannya pendapatan IndiHome dan transisi yang berlanjut dari bisnis legacy ke digital.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 50 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia