Harga Batu Bara Melesat, Dipicu Kabar dari Australia dan India
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara menguat pada Kamis (30/11/2023). Dipicu kabar dari Australia dan India.
Pada Kamis (30/11/2023), harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka Desember 2023 melesat US$ 4,3 menjadi di US$ 132,15 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Januari 2024 melejit US$ 5,6 menjadi US$ 133,5 per ton. Sementara itu, kontrak berjangka Februari 2024 meningkat US$ 5,2 menjadi US$ 133,6 per ton.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, harga batu bara Rotterdam untuk kontrak berjangka Desember 2023 naik US$ 4,5 menjadi US$ 118,9. Sementara itu, kontrak berjangka Januari 2024 menguat US$ 5,45 menjadi US$ 115,8. Serta, kontrak berjangka Februari 2024 terkerek US$ 5,05 menjadi US$ 113,25.
Harga batu bara acuan naik ke level tertinggi dalam lima minggu setelah pengunjuk rasa mengganggu operasi di pelabuhan batu bara terbesar di dunia, Newcastle, di Australia, kata para analis pada Kamis (30/11/2023).
“Gangguan terhadap operasional di Pelabuhan Newcastle akhir pekan lalu telah mendukung cepatnya harga patokan Newcastle pada minggu ini,” kata Toby Hassall dari LSEG di Singapura.
Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi pada Kamis (30/11/2023), sebelum berangkat ke pertemuan puncak iklim PBB COP28 di Dubai, mengatakan, negara-negara berkembang membutuhkan pendanaan iklim, bantuan teknologi dan hak untuk melakukan pembangunan.
KTT COP28 dibuka di Dubai pada Kamis (30/11/2023) untuk pembicaraan selama dua minggu. Banyak negara yang berbeda pendapat mengenai apakah akan memprioritaskan penghapusan batu bara, minyak dan gas secara bertahap, atau meningkatkan teknologi untuk mengurangi dampak bahan bakar fosil terhadap iklim.
Negara-negara berkembang, termasuk India dan China, sering menyalahkan negara-negara maju karena telah menggunakan lebih dari porsi sumber daya karbon yang mereka miliki.
Sebelumnya, pernyataan resmi Modi menyebut, negara-negara berkembang harus memiliki akses terhadap karbon dan ruang pembangunan yang adil untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri India Vinay Mohan Kwatra mengatakan batu bara akan tetap menjadi sumber energi utama India selama bertahun-tahun yang akan datang.
Bahkan, Pemerintah India berencana menambah kapasitas pembangkit listrik berbasis batu bara sebesar 17 gigawatt dalam 16 bulan ke depan, yang merupakan laju tercepat dalam beberapa tahun terakhir, untuk mencegah pemadaman listrik akibat lonjakan permintaan listrik.
Dorongan ekspansi ini dilakukan menjelang KTT iklim PBB COP28 di Dubai, di mana Prancis dan Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan membatasi pendanaan untuk pembangkit listrik tenaga batu bara, sebuah langkah yang akan ditentang oleh India, yang bergantung pada batu bara untuk 73% pembangkit listriknya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






