Jumat, 15 Mei 2026

AKR Corporindo (AKRA) Gandeng BP Pasok Gas di KEK Gresik

Penulis : Muawwan Daelami
7 Des 2023 | 07:00 WIB
BAGIKAN
Masterplan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), kawasan industri milik PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). (Foto: AKR)
Masterplan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), kawasan industri milik PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). (Foto: AKR)

JAKARTA, investor.id – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menandatangani Perjanjian Pengembangan Bersama dengan Bp Gas & Power Investment Limited (BP) untuk mengembangkan proyek impor LNG yang melibatkan terminal regasifikasi di Java Integrated Industrial and Port Estate (KEK JIIPE) di Gresik, Jawa Timur.

“Proyek ini dirancang dengan tujuan untuk menyediakan pasokan gas yang reliable bagi tenant-tenant di JIIPE, dan memiliki potensi kelebihan kapasitas yang dapat digunakan untuk memasok jaringan pipa gas yang sudah terbangun di Jawa Timur,” kata Direktur dan Corporate Secretary AKR Corporindo Suresh Vembu dalam keterangan resminya, Rabu (6/12/2023).

Proyek yang ditandatangani pada 4 Desember 2023 tersebut, Suresh ekspektasikan dapat mulai beroperasi sekitar tahun 2027. “Target operasi ini bertepatan dengan dimulainya proyek-proyek yang membutuhkan konsumsi gas yang signifikan di kawasan JIIPE,” ungkap dia.

ADVERTISEMENT

Presiden Direktur AKRA Haryanto Adikoesoemo sebelumnya menggarisbawahi, investasi perseroan di KEK JIIPE ini akan menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan perseroan ke depan. Di samping faktor lain seperti perdagangan dan distribusi bahan kimia dasar serta BBM.

Melalui investasi perseroan di KEK JIIPE, Haryanto menekankan, AKR ingin semakin menarik investor asing dan domestik untuk membangun fasilitas mereka di kawasan tersebut. Pasalnya, potensi recurring income dari penyediaan jasa utilitas, tenaga listrik, air, gas, dan operasi pelabuhan dapat memacu pertumbuhan berkelanjutan perseroan.

Tebar Dividen 

Hingga sembilan bulan tahun ini, Haryanto menyatakan, perseroan telah membukukan ROE sebesar 21,3% dan ROA 7,9%. Bukan hanya itu, perseroan juga telah menghasilkan aliran kas yang kuat sehingga mendorong kemampuan perseroan dalam mendanai operasional. Terbukti dari neraca saat ini di mana perseroan menggunakan kas lebih besar ketimbang utang.

“Kami juga telah memberikan dividend payout yang tinggi kepada para pemegang saham, dan secara konsisten meningkatkan dividend payout dalam lima tahun berturut-turut,” tutur Haryanto.

Pada 15 November kemarin, perseroan baru saja membagikan dividen interim kedua untuk tahun buku 2023 senilai Rp 25 per saham atau total Rp 493,42 miliar. Dengan perhitungan jumlah saham yang beredar saat ini adalah 19.737.169.200 saham (setelah dikurangi saham treasuri sejumlah 336.305.000 saham). 

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia