Akuisisi PLTB Sidrap Minimal Bisa US$ 150 Juta, BREN Punya Kas Besar
JAKARTA, investor.id – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui anak usahanya, PT Barito Wind Energy, telah mencapai kesepakatan secara prinsip untuk mengakuisisi 100% saham PT UPC Sidrap Bayu Energy (PLTB Sidrap) dari UPC Renewables Asia Pacific Holdings Pte Ltd dan ACEN Renewables International Pte Ltd.
PLTB Sidrap merupakan pembangkit listrik tenaga angin yang terletak di Sulawesi Selatan dan merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia, dengan kapasitas mencapai 75 MW. Sampai saat ini, total nilai transaksi ini belum diumumkan, tetapi diharapkan rampung pada kuartal I-2024 setelah mendapat persetujuan PLN.
Dengan mengakuisisi PLTP Sidrap, total kapasitas terpasang Barito Renewables atau BREN ini dapat meningkat 8,5% menjadi 961 MW. Pengumuman itu sejalan dengan analisis Stockbit pada Kamis (30/11), di mana kami telah memperkirakan BREN akan mengakuisisi PLTB Sidrap.
“Kami memperkirakan bahwa total nilai transaksi akuisisi ini minimum US$ 150 juta, sesuai dengan biaya pembangunan PLTB Sidrap. Hingga September 2023, BREN memiliki kas sebesar US$ 320,2 juta, yang dapat digunakan untuk mendanai akuisisi ini,” tulis Investment Analyst Stockbit, Theodorus Melvin dalam ulasannya, yang dikutip pada Senin (11/12/2023).
Barito Renewables (BREN) mengelola pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di Indonesia atau terbesar ketiga di dunia, dengan kapasitas gabungan sebesar 886 MW. BREN berencana ekspansi dengan meningkatkan kapasitas menjadi 1.200-2.000 MW pada 2030.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





