Jumat, 15 Mei 2026

BREN Buka-bukaan Proyek Binary, Barito Wind, hingga Dividen

Penulis : Thresa Sandra Desfika
15 Des 2023 | 10:10 WIB
BAGIKAN
Salah satu fasilitas PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). (Foto: BREN)
Salah satu fasilitas PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). (Foto: BREN)

JAKARTA, investor.id - Emiten Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) memberikan penjelasan terkait proyek pembangkit listrik binary. Hal tersebut disampaikan perseroan dalam menjawab permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

BEI meminta penjelasan, salah satunya terkait perkembangan terkini proyek pembangkit listrik binary mengingat estimasi penyelesaian pada semester kedua tahun 2023.

Direktur dan Corporate Secretary BREN, Merly menjelaskan, terkait dengan perkembangan proyek pembangkit listrik binary, saat ini sudah mencapai 95% penyelesaian. Pekerjaan konstruksi telah selesai dan telah mencapai mechanical completion di bulan Oktober 2023.

“Proyek saat ini sedang dalam tahap persiapan fase testing & commissioning,” terang Merly dalam keterbukaan informasi, Jumat (15/12/2023).

ADVERTISEMENT

Proyek lainnya yang digarap BREN:

BREN Buka-bukaan Proyek Binary, Barito Wind, hingga Dividen
Sumber: Perseroan

Sebelumnya, sempat disampaikan perseroan bahwa Proyek Salak Binary dengan penambahan kapasitas sebesar 15 MW (gross) sudah mencapai milestone penting yaitu mechanical completion pada tanggal 3 Oktober 2023 dengan total kemajuan mencapai 95,26%. Tahap penyelesaian berikutnya untuk mencapai COD adalah koneksi ke jaringan dan commissioning yang ditargetkan di sekitar akhir tahun 2023.

BEI juga meminta penjelasan perihal pendirian entitas anak PT Barito Wind Energy (BWE).

Merly menjelaskan, pendirian BWE memperkuat komitmen perseroan untuk mengembangkan energi baru terbarukan di Indonesia. Selain panas bumi, perseroan juga berkomitmen untuk mengembangkan energi baru terbarukan lainnya seperti bayu.

“Hal ini menunjukkan komitmen perseroan untuk mendukung target Pemerintah Indonesia untuk mencapai net zero emission,” lanjutnya.

BEI juga menyebut bahwa pada 14 November 2023, perseroan melakukan keterbukaan informasi mengenai aksi korporasi dengan membagikan dividen tunai interim kepada publik sebesar US$ 84,47 juta atau setara dengan Rp 523,41 miliar yang dibayarkan pada 8 Desember 2023. BEI menanyakan latar belakang perseroan membagikan dividen.

Merly mengungkapkan, melalui anak perusahaan, perseroan telah melakukan pembagian dividen secara rutin setiap tahun. Setelah perseroan tercatat di BEI, perseroan juga berkomitmen untuk membagikan dividen secara rutin.

Pembagian dividen, menurutnya, selalu mempertimbangkan beberapa hal antara lain, posisi kas perseroan, pemenuhan cadangan kas untuk pembayaran utang jangka pendek, cadangan kas untuk belanja modal, cadangan kas untuk operasional.

“Sisanya akan dibagikan sebagai dividen sesuai dividend policy perseroan,” sebutnya.

Dia menambahkan pembagian dividen interim tidak mempengaruhi operasional perseroan karena pembagian dividen selalu mempertimbangkan beberapa hal.

BWE

Sebelumnya, PT Barito Wind Energy (BWE), anak perusahaan PT Barito Renewables Tbk (BREN), telah mencapai kesepakatan secara prinsip (in-principle) pada 8 Desember dengan UPC Renewables Asia Pacific Holdings Pte Ltd dan ACEN Renewables Pte Ltd, sehingga membuka jalan untuk akuisisi 100% saham PT UPC Sidrap Bayu Energy (Sidrap).

Terletak di Sulawesi Selatan, Sidrap adalah pembangkit listrik tenaga angin pertama di Indonesia dan salah satu yang terbesar di negara ini dengan kapasitas 75 MW.

Sebagai bagian dari langkah strategis ini, akuisisi juga akan mencakup PT Operation and Maintenance Indonesia (OMI), yang memainkan peran penting dalam mendukung kegiatan operasional Sidrap.

Semua pihak mengharapkan untuk segera melakukan transaksi dengan penyelesaian yang diharapkan pada kuartal pertama 2024, dengan persyaratan dan persetujuan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia