Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Berpotensi Naik dengan Surplus Neraca Dagang

Penulis : Grace El Dora
15 Des 2023 | 12:11 WIB
BAGIKAN
Petugas menghitung uang dolar AS dan uang rupiah di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, KCU Melawai, Jakarta pada 16 Agustus 2022. (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc/pri)
Petugas menghitung uang dolar AS dan uang rupiah di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, KCU Melawai, Jakarta pada 16 Agustus 2022. (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc/pri)

JAKARTA, investor.id – Kurs rupiah berpotensi menguat pada perdagangan Jumat (15/12). ini beriringan dengan surplus neraca perdagangan Indonesia pada November 2023.

"Trade balance (neraca perdagangan) Indonesia yang masih surplus bisa memberikan sentimen positif untuk rupiah," kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra seperti dikutip Antara, Jumat.

Ariston menuturkan, menurut konsensus analis neraca perdagangan Indonesia pada November 2023 diperkirakan masih surplus US$ 3,05 miliar, meski di bawah bulan sebelumnya yang sebesar US$ 3,48 miliar.

ADVERTISEMENT

Selain itu, menurut dia, nilai tukar rupiah masih berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini dengan momentum sinyal pemangkasan suku bunga acuan AS dari The Federal Reserve (The Fed).

Tingkat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS terutama tenor 10 tahun turun ke area 3,9% yang mengindikasikan ekspektasi pasar mengenai suku bunga acuan AS ke depan.

Di sisi lain, pagi ini pasar mungkin akan mempertimbangkan data-data ekonomi China seperti data produksi industri dan penjualan ritel. Data China yang menunjukkan perlambatan bisa menahan penguatan rupiah.

Pada perdagangan Jumat, potensi penguatan rupiah diproyeksikan ke area Rp 15.400 per dolar AS hingga Rp 15.450 per dolar AS, dengan potensi resisten di kisaran Rp 15.530 per dolar AS.

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi melemah tipis 11 poin atau 0,07% menjadi Rp 15.513 per dolar AS dari sebelumnya Rp 15.502 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 10 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 42 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 53 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia