Jumat, 15 Mei 2026

Soal Data, Tokopedia (GOTO) dan TikTok Ungkap Hal Ini

Penulis : M. Ghafur Fadillah
16 Des 2023 | 10:20 WIB
BAGIKAN
Tokopedia. Perseroan
Tokopedia. Perseroan

JAKARTA, investor.id - Persoalan perlindungan data konsumen menjadi perhatian pelaku pasar setelah sinergi yang terjadi antara TikTok Shop dengan Tokopedia. Kini TikTok Shop beroperasi di bawah naungan PT Tokopedia, e-commerce yang sahamnya dipegang PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan TikTok.

Sorotan ini mengemuka mengingat dua platform berbeda ini (media sosial dan e-niaga) memiliki pengguna yang cukup besar di Indonesia. Dalam 2 tahun terakhir TikTok Shop dimanfaatkan 6 juta pebisnis lokal dan hampir 7 juta kreator affiliate. Bahkan pengguna Indonesia yang datang ke TikTok setiap bulannya ditaksir sudah mencapai 125 juta, menurut FastData.

Sementara itu, Tokopedia juga menjadi platform e-commerce yang digunakan oleh lebih dari 14 juta penjual, dan mayoritas adalah UMKM lokal, bahkan didukung lebih dari 2,7 juta driver Gojek yang masuk dalam ekosistem GOTO.

ADVERTISEMENT

Menanggapi hal tersebut, Head of Communication Tokopedia Aditia Nelwan mengatakan bahwa Tokopedia akan selalu mematuhi UU Perlindungan Data Pribadi yang berlaku dan melindungi privasi data seluruh pengguna. Tidak ada transfer data otomatis untuk merchants dan users Tokopedia ke TikTok. "Jika ada merchants dan users ingin menjadi merchants dan users di TikTok, mereka harus mendaftar di aplikasi TikTok,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (15/12/2023).

Hal yang senada juga diucapkan oleh Head of Communication TikTok Indonesia Anggini Setiawan yang memastikan keamanan data pengguna adalah prioritas utama bagi TikTok dengan mendesain proses operasional dan kerja sama antara kedua perusahaan agar patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk peraturan perlindungan data yang berlaku.

"Di TikTok, tim data privasi dan keamanan data global kami bekerja keras untuk melindungi informasi pengguna, dan kami juga memberikan perhatian dan sumber daya besar dalam ranah bidang pekerjaan ini,” ujar dia.

Sinergi kedua perusahaan tersebut tentu saja bakal mengombinasikan jumlah data yang begitu banyak, apalagi keduanya menjadi pemain teratas di sektornya masing-masing.

Sudah Diperhitungkan

Sebagai perusahaan besar, menurut dia, baik TikTok maupun Tokopedia sudah memperhitungan persoalan perlindungan data pribadi, yang diamanatkan pemerintah melalui UU Nomor 27 tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Salah satunya perlu ada pembentukan tim khusus, sebagai amanat Pasal 53 UU PDP.

Pasal 4 UU itu menyebutkan, data pribadi ada dua jenis, spesifik dan umum. Spesifik diantaranya data dan informasi kesehatan, biometrik, genetika, catatan kejahatan, data anak, data keuangan, sementara data umum seperti nama, agama, dan status.

Sebagai informasi, Tokopedia mengklaim menjadi salah satu perusahaan teknologi Indonesia pertama yang memiliki tim Data Protection and Privacy Office (DPPO) dan memiliki kantor khusus yang berfokus pada pengelolaan perlindungan data dan privasi, sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi perusahaan.

Sedangkan GOTO, juga sudah membentuk pejabat dan tim khusus yang menjalankan fungsi perlindungan data pribadi (Data Protection Officer) sesuai amanat UU PDP, dengan sistem dan proses yang setara dengan best practice global.

Manajemen TikTok, dalam situs resmi menegaskan bahwa “Kami bekerja dengan giat untuk melindungi informasi pengguna dan selalu berupaya mencegah ancaman keamanan yang terus-menerus berkembang,” tulis TikTok.

TikTok juga mempunyai tim keamanan global kami menggunakan teknologi canggih dan perlindungan multilapis untuk mempersulit oknum jahat memasuki sistem dan secara teratur bekerja sama dengan tenaga ahli eksternal untuk menguji infrastruktur dan proses.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Eksekutif E-commerce Stephanie Susilo menjelaskan, keberadaan TikTok di Indonesia berkontribusi positif bagi ekonomi digital nasional. “Selama dua tahun terakhir, kami telah menghadirkan pengalaman berbelanja yang menghasilkan ekosistem bisnis yang terus bertumbuh, mengakomodasi hampir 6 juta bisnis lokal, dan hampir 7 juta kreator telah menggunakan platform kami untuk meningkatkan penghidupan mereka,” katanya.

Ia juga menyampaikan, Tiktok memiliki hampir 90.000 penjual dan kreator yang secara aktif terlibat dalam program pelatihan TikTok, seminar, dan program pembelajaran lainnya untuk membantu mereka mengembangkan bisnis.

Melissa Siska Juminto, Chief Executive Officer (CEO) Tokopedia, menambahkan dengan sinergi ini, perusahaan punya komitmen bersama dalam mendorong beberapa program untuk membuat UMKM Indonesia tetap juara di negeri sendiri. Salah satunya, membuka pusat pengembangan talenta digital di berbagai tempat di Indonesia bekerja sama dengan berbagai universitas.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memberikan waktu bagi TikTok dan Tokopedia untuk mensinergikan kolaborasi keduanya, setidaknya 3-4 bulan ke depan atau sekitar April 2024. Alasannya, sinergi sistem antara dua perusahaan tersebut, yang satu lokapasar (e-commerce) dan satu lagi media sosial membutuhkan waktu dan tidak mudah.

“Saya jelaskan dulu, ini kolaborasi e-commerce Tokopedia kerja sama dengan TikTok, e-commerce-nya (lewat) Tokopedia, kita lagi berikan masa 3 bulan-4 bulan percobaan karena (sinergi) teknologi tidak mudah,” kata Mendag yang biasa disapa Zulhas ini, saat membuka acara Beli Lokal 12.12.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia