Jumat, 15 Mei 2026

PTPP Lego Aset Besar-besaran  

Penulis : Muawwan Daelami
20 Des 2023 | 14:54 WIB
BAGIKAN
Salah satu proyek PT PP Tbk (PTPP). (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)
Salah satu proyek PT PP Tbk (PTPP). (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)

JAKARTA, investor.id – PT PP Tbk (PTPP) melego besar-besaran sejumlah aset noncore business untuk memperbaiki arus kas dan menekan beban utang. Dari total tujuh aset yang ditargetkan terjual pada tahun ini, perseroan baru menuntaskan satu divestasi aset.

Satu aset yang berhasil didivestasi yaitu aset PTPP di PT Sinergi Investasi Properti. Perseroan resmi melepas 20% kepemilikannya di perusahaan patungan dengan BPJS Ketenagakerjaan itu pada Juni 2023 senilai Rp 105 miliar.

Aset-aset lain yang “diobral” perseroan sepanjang tahun ini adalah PT Citra Waspphutowa. Di perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan tol ruas Depok-Antasari tersebut, PTPP berencana melego porsi kepemilikannya sebanyak 6,74%.

ADVERTISEMENT

Menurut Direktur Strategi Korporasi dan HCM Sinur Linda Gustina, perseroan sedang menawarkan aset tersebut kepada investor potensial dan diekspektasikan bakal membuahkan hasil pada tahun depan.

Selanjutnya, PTPP juga menjual 49% kepemilikannya di PT Indonesia Ferry Property. Linda mengungkapkan, saat ini perseroan sedang melakukan proses due diligence bersama investor potensial.

Tak ketinggalan, emiten BUMN Karya ini juga akan menjual 60% sahamnya di PT PP Properti Suramadu. Linda mengklaim, proses divestasi berupa lahan tersebut sampai kini masih terus berlangsung. Begitu juga dengan proses lelang kendaraan dan alat berat.

“Kendaraan dan alat berat ini kami lelang karena utilitasnya minim,” ujar Linda dalam paparan publik, Rabu (20/12/2023).

Lebih jauh, emiten dengan sandi saham PTPP itu juga akan menjual 70% sahamnya di PT Odira Energi Karang Agung yang merupakan salah satu portofolio anak usahanya, PP Energi. Linda bilang, Odira Energi bersama investor strategis kini tengah dalam proses eksplorasi gas.

“Berlangsung juga dalam waktu dekat akan selesai di Gas Sale Purchase Agreement (GSPA) dan dilanjut Sale Purchase Agreement (SPA) yaitu PT Inpola Meka Energi. Ini salah satu portofolio anak usaha PT PP Energi,” sebut Linda.

Asal tahu saja, perseroan berencana melepas 38,7% porsi kepemilikannya di PT Inpola Meka Energy dengan banderol Rp 300 miliar. Dengan demikian, sesuai rencana awal, divestasi ketujuh aset PTPP tersebut seharusnya rampung pada kuartal IV-2023 dan diharapkan mampu mendatangkan proceed hingga Desember 2023 sebessar Rp 400 miliar.

Sayangnya, target realisasi divestasi PTPP pada 2023 ini gagal tercapai. Linda pun menegaskan, perseroan bakal melanjutkan aksi pelepasan aset tersebut pada 2024. Termasuk melanjutkan divestasi atas aset-aset yang berproses di Desember 2023.

“Di 2024 itu kalau kami klaster, kami akan proceed dari bisnis jalan tol dan saham di bisnis properti yaitu di PT Indonesia Ferry Properti. Ada juga salah satu portofolio di bawah PP Energi yaitu PT Lancar Jaya Mandiri Abadi dengan kepemilikan 51% dan kami akan tawarkan serentak kavling-kavling lahan milik PP Properti,” beber Linda.

Daftar 7 Aset yang Dijual

Berikut daftar aset yang dilepas PTPP:

PT Sinergi Investasi Properti

PT Citra Waspphutowa

PT Indonesia Ferry Property

PT PP Properti Suramadu

PT Odira Energi Karang Agung

PT Inpola Meka Energi

Lelang dan kendaraan alat berat

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia