Jumat, 15 Mei 2026

Emas Menguat setelah Data AS Kuatkan Prospek Pemangkasan Suku Bunga Fed

Penulis : Indah Handayani
22 Des 2023 | 04:20 WIB
BAGIKAN
Seorang karyawan menyusun emas batangan di Pabrik Pemisahan Emas dan Perak Austria
Seorang karyawan menyusun emas batangan di Pabrik Pemisahan Emas dan Perak Austria

NEW YORK, investor.id - Harga emas menguat pada Kamis (21/12/2023), karena melemahnya dolar. Setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) memicu ekspektasi The Fed akan memangkas suku bunga pada Maret tahun depan.

Dikutip dari Reuters, harga emas spot naik 0,7% menjadi US$ 2.043,79 per ons pada pukul 19.55 GMT, mengincar sesi terbaiknya dalam enam sesi. Emas berjangka AS ditutup meningkat 0,2% menjadi US$ 2.051,3.

Data menunjukkan produk domestik bruto AS meningkat pada tingkat tahunan sebesar 4,9% pada kuartal terakhir, direvisi turun dari laju yang dilaporkan sebelumnya sebesar 5,2%, sementara klaim pengangguran mingguan sedikit meningkat.

ADVERTISEMENT

"Data PDB sedikit lemah dan harga emas naik. Pasar menginginkan poros Fed yang sedang berkembang," kata Tai Wong, pedagang logam independen yang berbasis di New York.

Pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga Fed pada Maret sebesar 83%, dibandingkan dengan 79% sebelum data tersebut dirilis, menurut alat CME FedWatch.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Dolar AS turun 0,5% dan imbal hasil Treasury 10-tahun mendekati level terendah dalam lima bulan.

Sikap The Fed yang dovish telah menyebabkan pasar memperkirakan beberapa kali penurunan suku bunga pada 2024. Namun, beberapa pejabat The Fed telah menentang penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

Fokus pasar kini telah beralih ke laporan pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti AS yang akan dirilis Jumat (22/12/2023).

“Emas akan terus mempertahankan tingkat harga di atas US$ 2.000 dan harapan kami untuk menurunkan tekanan inflasi akan terus mendorong pergerakan sideways ke arah emas yang lebih tinggi,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Sedangkan logam mulia lainnya, yaitu perak naik 0,9% menjadi US$ 24,33 per ons, mencapai level tertinggi 16 hari. Sementara itu, platinum naik 0,4% menjadi US$ 962,82, mendekati puncak 16 minggu yang dicapai sesi terakhir, dan paladium melesat 1,3% pada US$ 1.211,71.

“Latar belakang fundamentalnya lebih kuat untuk platinum dan akan terus mengungguli paladium di masa depan,” kata BofA dalam catatan penelitiannya pada hari Rabu.

BofA memperkirakan akan terjadi peningkatan surplus paladium berdasarkan data dasar (base case) tahun depan, dengan kemungkinan harga akan turun ke level terendah US$ 500 per ons jika tidak ada pemangkasan pasokan.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia