Jumat, 15 Mei 2026

Waskita (WSKT) Targetkan Raih Persetujuan Restrukturisasi di Januari

Penulis : Muawwan Daelami
22 Des 2023 | 06:00 WIB
BAGIKAN
PT Waskita Karya Tbk (WSKT). (Ilustrasi/Ist)
PT Waskita Karya Tbk (WSKT). (Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, investor.id – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menargetkan dapat memperoleh persetujuan restrukturisasi dari kreditur perbankan dan pemegang obligasi pada Januari 2024. Restu atas master restructuring agreement (MRA) ini diyakini akan meningkatkan kemampuan perseroan dalam menyelesaikan seluruh kewajibannya.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Karya (WSKT) Wiwi Suprihatno menjelaskan, Waskita sudah mengantongi persetujuan 17 kreditur perbankan secara tertulis dari total 21 kreditur perbankan. Sementara empat kreditur sisanya masih dalam proses.

“Dari sisi timeline, di Januari seluruh kreditur perbankan diharapkan bisa memberikan persetujuan atas term sheet yang kami sampaikan dan segera memfinalisasi MRA baru yang menyetujui keseluruhan usulan,” kata Wiwi dalam paparan publik, Kamis (21/12/2023).

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data yang dipaparkan, emiten konstruksi pelat merah tersebut memiliki nilai outstanding utang bank sebesar Rp 26,4 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 25 triliun atau mewakili 95% sudah menyetujui skema restrukturisasi. Adapun Rp 1,32 triliun atau 5% sisanya masih dalam proses.

Apabila seluruh kreditur perbankan sudah menyepakati MRA yang diusulkan, Wiwi meyakini, hal tersebut akan meningkatkan kemampuan WSKT untuk melunasi seluruh kewajibannya. Termasuk persetujuan para kreditur perbankan tersebut akan menstimulasi persetujuan dari para pemegang obligasi nonpenjaminan pemerintah.

Pasalnya, sampai kini perseroan belum mendapatkan persetujuan restrukturisasi dari para pemegang obligasi nonpenjaminan pemerintah. Untuk itu, pada Januari 2024, Wiwi mengatakan, perseroan akan melangsungkan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) untuk mendapatkan persetujuan.

Baca Juga:

Waskita (WSKT)

“Karena dalam konteks restrukturisasi, kami mengusulkan adanya fleksibilitas perseroan untuk mengelola kas perseroan atas termin-termin collection yang kami dapatkan agar bisa menjaga going concern perseroan,” imbuh Wiwi.

Di samping itu, lanjut dia, perseroan juga mengusulkan beberapa skema, misalnya penyesuaian atas tenor, baik dari sisi fasilitas perbankan maupun obligasi. Selanjutnya, perseroan juga meminta restrukturisasi dari sisi bunga agar disesuaikan dengan proyeksi arus kas yang divalidasi pihak independen.

Lebih jauh, Wiwi menuturkan, perseroan juga mengusulkan perubahan atas pengaturan arus kas perusahaan melalui cash account management sebagai upaya untuk menjaga likuiditas di tengah kondisi restriktif demi keberlanjutan bisnis perusahaan.

Dukungan Pemerintah

Direktur Utama Waskita Karya (WSKT) Muhammad Hanugroho menambahkan, perseroan mendapat dukungan penuh dari pemerintah untuk bisa kembali beroperasi normal. Indikatornya tampak dari adanya penyertaan modal negara (PMN) melalui PT Hutama Karya (HK).

Dukungan pemerintah selanjutnya terlihat dari proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan perseroan pada tahun ini. “Harapannya, masih banyak proyek IKN yang tentu Waskita terlibat langsung,” ujar dia.

Hanugroho menyebut, pemerintah juga mendukung Waskita untuk menggarap proyek-proyek milik Kementerian PUPR. Di mana sepanjang Januari-November 2023, perseroan telah meraih kontrak baru dari proyek PUPR senilai Rp 6,5 triliun.

“Penyesuaian tarif tol yang kami miliki. Termasuk dukungan untuk mengintegrasikan ruas tol terutama tol Becakayu dan tol Bocimi. Ini yang terus terang atau PUPR mendukung untuk konektivitasnya,” tandas Hanugroho.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia