Jumat, 15 Mei 2026

Garuda (GIAA) Beri Penjelasan Volatilitas Saham

Penulis : Thresa Sandra Desfika
22 Des 2023 | 09:56 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pesawat Garuda (GIAA). Ist
Ilustrasi pesawat Garuda (GIAA). Ist

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dalam surat tanggal 19 Desember 2023 perihal volatilitas transaksi efek.

Saham Garuda pada perdagangan 19 Desember sempat melonjak 5,48% ke Rp 77. Sebanyak 234,32 juta saham ditransaksikan, frekuensi 3.769 kali, dan nilai transaksi Rp 16,93 miliar. Setelah itu saham Garuda turun 1,30% pada 20 Desember dan anjlok 7,89% pada 21 Desember.

Pada sesi I perdagangan 22 Desember, GIAA dibuka di Rp 63. Dipantau di sekitar pukul 09.55WIB saham Garuda ada di Rp 70 atau stagnan. Dalam 3 bulan terakhir saham ini turun 23,91%.

ADVERTISEMENT

Salah satu pertanyaan BEI terkait volatilitas saham GIAA perihal rencana pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya di Garuda Indonesia (GIAA).

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menjawab bahwa sehubungan dengan rencana penguatan ekosistem pariwisata di Indonesia, saat ini langkah/program terkait masih dalam pembahasan pan diskusi antara pemegang saham utama dan para stakeholder terkait. Namun, tak menjelaskan secara lebih terperinci

“Dalam hal terdapat informasi lebih lanjut akan kami sampaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkap Irfan dalam keterbukaan informasi dikutip Jumat (22/12/2023).

Informasi Bond Retirement

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia