Ambruknya KAYU yang sempat Terbang 1.200%, Antrean Jual Menumpuk
JAKARTA, investor.id - Saham PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) ambruk 25% mentok auto rejection bawah (ARB) ke Rp 330 pada sesi I perdagangan Jumat (22/12/2023).
Saham ini melanjutkan penurunan pada 21 Desember yang ambles 24,79%. Padahal saham KAYU sempat menyentuh level tertingginya sepanjang masa Rp 685 pada 30 November 2023. Artinya terbang 1.270% dari posisinya di Rp 50 pada awal Januari 2023.
Pada sekitar pukul 10.48 WIB terpantau antrean jual di Rp 330 mencapai 176.680 lot. Di Rp 332, antrean jual 1.391 lot; di Rp 334 sejumlah 631 lot; dan di Rp 336 sebesar 1.221 lot.
Terpantau di saham ini ada dua investornya dengan porsi jumbo rajin bertransaksi. Mereka adalah Wawan Setyawan dan Aldo Pratama Purnomo.
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Wawan Setyawan jadi menggenggam 10,62% saham KAYU per 20 Desember 2023. Jumlahnya berkurang dari data per 19 Desember, yakni 13,82%.
Sedangkan, Aldo Pratama jadi mengempit 8,71% saham KAYU per 20 Desember, bertambang dari sebelumnya 5,32% per 19 Desember.
Data mengenai jumlah kepemilikan keduanya atas saham KAYU sering berubah-ubah sebagaimana pantauan pada laporan KSEI setiap hari.
Meski Wawan Setyawan dan Aldo Pratama Purnomo rajin bertransaksi di saham KAYU tapi identitas lengkap dari keduanya masih minim diketahui publik. Wawan hanya dituliskan berkebangsaan Indonesia dan beralamat di Perumahan YKP Pandugo. Sedangkan Aldo Pratama Purnomo juga berkebangsaan Indonesia dan beralamat di Puri Wahid Komplek Safron Kec. Argomulyo, Salatiga.
Pengendali
Darmi Bersaudara (KAYU) pada awalnya bergerak di sektor perdagangan umum produk kayu olahan. Berkantor pusat di Surabaya dan menyewa area pengolahan kayu di Gresik dan Pasuruan.
Pada 2015, pendiri perseroan memutuskan berkonsentrasi penuh menjalankan perdagangan ekspor kayu olahan bermerek dagang Darbe Wood dengan bahan baku secara legal diperoleh dari hutan Indonesia. Perseroan adalah salah satu entitas usaha dalam Darbe Group.
Per 30 September 2023, Darmi Bersaudara mencatatkan penjualan bersih Rp 5,34 miliar. Turun jauh dari Rp 19,71 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Perseroan juga membukukan laba bersih tahun berjalan Rp 649,66 juta per akhir kuartal ketiga tahun ini. Yang juga menyusut dari Rp 1,39 miliar pada 9 bulan 2022. Salah satu penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham KAYU adalah Nanang Sumartono Hadiwidjojo dan Abdul Haris Nofianto.
Nanang Sumartono juga merupakan direktur utama perseroan. Sedangkan Abdul Haris menjabat sebagai komisaris utama perseroan.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






