Jumat, 15 Mei 2026

Emas Lanjut Menguat, Didorong Meningkatnya Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Fed

Penulis : Indah Handayani
23 Des 2023 | 05:04 WIB
BAGIKAN
Emas batangan di pabrik pemurni emas dan perak dan produsen batangan Argor-Heraeus di Mendrisio, Swiss pada 13 Juli 2022. (Foto: ANTARA/REUTERS/Denis Balibouse/pri)
Emas batangan di pabrik pemurni emas dan perak dan produsen batangan Argor-Heraeus di Mendrisio, Swiss pada 13 Juli 2022. (Foto: ANTARA/REUTERS/Denis Balibouse/pri)

NEW YORK, investor.id - Harga emas lanjutkan penguatan hinga mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua minggu pada Jumat (22/12/2023). Alhasil, harga emas menguat dua minggu beruntun, didorong oleh melemahnya dolar dan imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya ekspektasi The Fed memangkas suku bunga acuan di awal tahun depan.

Dikutip dari Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi US$ 2.052,69 per ons pada pukul 20:50 GMT. Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak 4 Desember, menempatkan  pada jalur kenaikan mingguan sebesar 1,7%. Sedangkan emas berjangka AS ditutup menguat 0,9% menjadi US$ 2.069,1.

Tai Wong, pedagang logam independen yang berbasis di New York, mengatakan, logam mulia, termasuk emas, didorong lebih tinggi oleh ekspektasi penurunan suku bunga yang sangat agresif. Dengan pasar memperkirakan pemotongan suku bunga The Fed pada Maret dan total 150bps pada 2024. "Harganya sudah sempurna, tapi pasar biasanya memberikan diskon terlalu besar,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Para pedagang pada Jumat (22/12/2023) menaikkan taruhan bahwa bank sentral AS akan mulai menurunkan suku bunga pada bulan Maret setelah data pemerintah menunjukkan tekanan harga terus mereda pada bulan lalu.

Inflasi tahunan AS melambat hingga di bawah 3% pada bulan November dan tekanan harga terus mereda.

Indeks dolar mencapai level terendah dalam lima bulan, membuat emas lebih menarik bagi pembeli asing. Imbal hasil obligasi AS 10 tahun juga mendekati level terlemahnya sejak Juli.

Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago, menyebut, emas akan terus terbantu oleh melemahnya imbal hasil obligasi dan indeks dolar AS, serta kekhawatiran terhadap perlambatan perekonomian.

"Penembusan teknis saat ini benar-benar dapat mendorong harga hingga ke level US$ 2.100. Ini dapat menguji ulang kontrak tertinggi baru-baru ini," tambahnya.

Dari segi fisik, permintaan emas di India turun tajam karena tingginya harga dalam negeri.

Sedangkan harga logam mulia lainnya, perak turun 1,2% menjadi US$ 24,12 per ons, setelah menyentuh level tertinggi dua minggu sebelumnya. Sementara itu, paladium turun 0,9% menjadi US$ 1.202,46 setelah mencapai level tertinggi sejak 2 Oktober sebelumnya.

Platinum naik 0,7% menjadi US$ 969,67, tertinggi sejak 1 September. Ketiga logam tersebut berada di jalur kenaikan minggu kedua berturut-turut.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia