Harga Batu Bara Mayoritas Jatuh karena Sinyal Ini
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara mayoritas jatuh pada Jumat (22/12/2023). Dipengaruhi sinyal penurunan permintaan dari India dan China.
Pada Jumat (22/12/2023), harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka Desember 2023 naik US$ 0,25 menjadi di US$ 145,5 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Januari 2024 jatuh US$ 0,4 menjadi US$ 141,25 per ton. Sementara itu, kontrak berjangka Februari 2024 terkoreksi US$ 0,65 menjadi US$ 136,75 per ton.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, harga batu bara Rotterdam untuk kontrak berjangka Desember 2023 naik US$ 0,25 menjadi US$ 116. Sementara itu, kontrak berjangka Januari 2024 turun US$ 1,6 menjadi US$ 105,5. Serta, kontrak berjangka Februari 2024 melemah US$ 1,45 menjadi US$ 101,8.
Research and Development ICDX Girta Yoga mengatakan, pererakn batu bara dipengaruhi oleh sentimen yang mempengaruhi datang dari meningkatnya permintaan batu bara dari Jepang dan Korea Selatan. Namun, tren positif tersebut diimbangi oleh sinyal penurunan permintaan dari India dan China.
“Harga batu bara bergerak pada rentang resistance US$ 148 per ton dan support terdekat di US$ 142 per ton,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, Jumat (22/12/2023).
Yoga menyebut, pergerakan harga batu bara di pekan keempat Desember berada dalam tren bullish dengan penguatan sebesar 0,35%. Selama Desember, harga batu bara bergerak menguat sebesar 23,67%. “Namun, secara year to date (ytd), harga batu bara berada dalam tren bearish dengan pelemahan mencapai 63.69%,” tutup Yoga.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






