Kamis, 14 Mei 2026

Arah Pasar Saham di Tahun Pemilu dan Skenarionya

Penulis : Jauhari Mahardhika
24 Des 2023 | 13:58 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di galeri BEI, Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Pengunjung berada di galeri BEI, Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – BNI Sekuritas merilis laporan Market Outlook 2024. Laporan tersebut mengurai soal prospek pasar saham di tahun pemilu. Apakah indeks harga saham gabungan (IHSG) bakal cenderung tertekan atau malah melaju?

BNI Sekuritas memprediksi IHSG bakal cenderung menghijau di tengah gejolak politik Indonesia, yang mana akan berlangsung pemilihan presiden dan wakil presiden pada Februari 2024. Selama ini, dampak politik dan pemilu Indonesia memberikan hasil positif, sehingga pasar dipercaya juga akan positif tapi penuh kehati-hatian.

“Di samping itu, fondasi yang kokoh dalam struktur negara serta dorongan global yang kuat menuju energi terbarukan dan/atau kendaraan listrik telah mendorong banyak perusahaan yang berfokus pada tema tersebut mencari pendanaan dengan tepat waktu,” kata SEVP Research BNI Sekuritas, Erwan Teguh dalam ulasannya.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, harapan akan pemulihan konsumsi dan dorongan investasi bersama dengan pandangan bahwa pendapatan per kapita negara telah melampaui US$ 5.000 juga meningkatkan prospek pertumbuhan secara keseluruhan. Karena itu, BNI Sekuritas percaya bahwa kegiatan seperti IPO dan upaya penggalangan dana lainnya akan terus berlangsung dengan antusiasme tinggi pada 2024.

Adapun sepanjang tahun ini, pasar keuangan global – termasuk Indonesia – menghadapi tantangan besar. Dunia harus beradaptasi dengan kehidupan pasca pandemi Covid-19. Seiring perubahan yang terjadi, tahun 2023 dianggap sebagai awal dari penyesuaian diri terhadap kondisi yang baru. Sedangkan tahun 2024 dianggap sebagai tahun normalisasi.

Lebih lanjut Erwan mengungkapkan bahwa pada tahun 2023, gejolak ekonomi diwarnai ketidakpastian. Stimulus ekonomi dari era pandemi mendorong pergerakan di pasar investasi, namun ketakutan akan resesi menjadi fokus bersama, terutama terkait kebijakan suku bunga AS yang menurun di tengah risiko inflasi yang begitu mengkhawatirkan.

Erwan menambahkan bahwa pada Maret 2023, fluktuasi risiko terlihat pada bank-bank kelas menengah AS, yang menambah kekhawatiran pasar. China juga mengalami kesulitan dalam pemulihan ekonominya, meskipun telah membuka kembali perekonomian lebih awal dari yang diperkirakan.

Namun, pada paruh kedua tahun 2023, sentimen mulai membaik dengan harapan pasar beralih dari stagflasi ke narasi ‘soft landing’, meskipun kemudian terdapat kekhawatiran bahwa suku bunga kemungkinan akan berada di level yg tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

Sementara itu, Indonesia juga menghadapi tantangan serupa dalam beradaptasi dengan lingkungan pasca pandemi. Penurunan tajam harga komoditas utama dan lonjakan harga beras menjadi penghambat utama, yang memaksa bank sentral untuk menaikkan suku bunga pada Oktober 2023 secara tak terduga. Namun, pada November 2023, Bank Indonesia menghentikan kenaikan suku bunga karena stabilnya nilai tukar rupiah yang menguat sekitar 2,5% secara bulanan.

Proyeksi IHSG 2024 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 10 menit yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 38 menit yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
National 1 jam yang lalu

Dharma Pongrekun Ajukan Uji Materi UU Kesehatan ke MK

Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Dharma Pongrekun resmi mendaftarkan permohonan uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Business 1 jam yang lalu

Jasa Marga: Volume Lalin Keluar Jabotabek Naik 25,12%

Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek di H-1 (13/5) Hari Kenaikan Yesus Kristus meningkat 25,12%.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Wamen Nezar: Permainan Tradisional Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Dominasi Ruang Digital

Wamen Komdigi Nezar Patria sebut permainan tradisional jadi "tombol jeda" efektif bagi anak untuk imbangi hidup di ruang digital.
Market 2 jam yang lalu

Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Jumat 15 Mei 2026

Harga emas Antam (ANTM) diperkirakan bergerak menguat pada Jumat,15 Mei 2026. Harga emas Antam diprediksi naik ke level ini
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia