Sabtu, 4 April 2026

BEI Suspensi Lagi KAYU, Saham yang pernah Terbang 1.270% lalu Ambles Sisa Rp 52

Penulis : Thresa Sandra Desfika
5 Jan 2024 | 08:35 WIB
BAGIKAN
Karyawati melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Karyawati melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara alias suspensi saham PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) mulai sesi I perdagangan 5 Januari 2024 hingga pengumuman lebih lanjut.

Saham KAYU disuspensi karena terjadi penurunan harga kumulatif yang signifikan dan sebagai bentuk perlindungan bagi investor.

“Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I perdagangan tanggal 5 Januari 2024 sampai dengan pengumuman bursa lebih lanjut,” jelas pengumuman BEI.

Advertisement

Saham KAYU pada 3 Januari 2024 juga sempat dikenakan suspensi oleh BEI selama satu hari perdagangan. Pada 4 Januari kemarin suspensi saham ini sempat dibuka. Saham KAYU anjlok 34,18% ke Rp 52 pada perdagangan kemarin.

Saham KAYU mendadak anjlok sejak Desember 2023. Padahal saham ini sempat melambung tinggi mulai April 2023 dan pernah tercatat terbang ke Rp 685 pada 30 November 2023, terbang 1.270% dari posisinya di Rp 50 pada awal tahun 2023.

Kinerja Keuangan

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 40 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 50 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 1 jam yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 2 jam yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 2 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia