Jual Data Center, Indosat Evolusi Jadi Perusahaan TechCo
JAKARTA, investor.id - PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison menjual aset pusat data (data center) kepada BDX Indonesia senilai Rp 2,62 triliun. BDx Indonesia merupakan perusahaan patungan Indosat, BDx Data Centers (BDx), dan Lintasarta. Langkah pengalihan bisnis data center ini dilakukan untuk memuluskan rencana perseroan yang akan berevolusi dari perusahaan telekomunikasi (Telco) menjadi teknologi (TechCo).
Perusahaan telekomunikasi umumnya menyediakan solusi konektivitas dasar, seperti suara, data, dan video. Sedangkan perusahaan teknologi cenderung memberikan solusi end-to-end yang lebih komprehensif, yang memungkinkan mereka memberikan nilai tambah kepada pelanggannya dan berkembang di dunia yang mengutamakan digital.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) Vikram Sinha mengaku senang dapat berperan dalam membentuk masa depan digital Indonesia lewat kolaborasi berdampak tersebut. Transaksi tersebut menegaskan dedikasi perseroan untuk membangun bisnis yang berkelanjutan dan mendorong evolusi Indosat dari Telco menjadi TechCo.
"Berkolaborasi dengan BDx Indonesia tidak hanya meningkatkan layanan pelanggan kami tetapi juga memperkuat komitmen kami untuk menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia. Lebih lanjut, dengan menyelaraskan tujuan besar kami menjadikan Indosat dan BDx Indonesia berkontribusi dalam peningkatan lanskap teknologi bangsa ini," kata Vikram dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu (10/1/2024).
Vikram mengungkapkan, Indosat melanjutkan perjalanan transformasinya yang berpusat pada teknologi, menegaskan komitmennya menciptakan solusi dan inovasi berkelanjutan melampaui layanan telekomunikasi konvensional. Perubahan dari Telco ke TechCo menggaris bawahi tekad kuat Indosat untuk fokus pada pengalaman yang mengesankan dan kepemimpinan digital melalui pendekatan aset yang ringan.
Vikram mengatakan, BDx Indonesia telah setuju untuk mengakuisisi portofolio pusat data (data center) berupa carrier-neutral colocation dan edge sites di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Batam, Medan, Makassar, Bandung, dan Semarang. Akuisisi ini juga termasuk sepuluh lokasi strategis yang terhubung ke enam kabel laut dalam negeri dan lima kabel laut internasional.
“Transaksi sebesar Rp 2,62 triliun ini mempererat kemitraan Indosat dan BDx yang telah diinisiasi sejak 2022, mengokohkan visi bersama dalam menjadikan operasi pusat data terkemuka di Indonesia guna mendukung Peta Jalan Digital Pemerintah. Selain itu, transaksi ini juga menegaskan komitmen bersama dalam memberdayakan Indonesia melalui kemajuan teknologi. Dalam transaksi ini, FTI Capital Advisors bertindak sebagai advisor finansial bagi Indosat,” ujar dia.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang
Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data
Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah PutihKetika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel
Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh
Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima
Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.Tag Terpopuler
Terpopuler






