Antam (ANTM) Optimistis Penjualan Emas Capai 37 Ton
JAKARTA, investor.id - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menargetkan penjualan emas berkisar antara 35-37 ton pada 2024. Untuk mendukung target tersebut, perseroan terus meluncurkan produk terbaru, salah satunya edisi Imlek 2024.
Direktur Operasi dan Produksi Antam (ANTM) Hartono mengatakan, perseroan memperkirakan akan terjadi peningkatan penjualan dari awal tahun hingga Februari 2024 berkat adanya hari perayaan Imlek. “Kalau kita lihat sekarang ini, sebenarnya musim yang cukup bagus. Sebab, biasanya menjelang Imlek, penjualan akan lebih bagus,” jelas dia usai peluncuran produk terbaru di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (11/1/2024).
Oleh karena itu, lanjut Hartono, Antam mengeluarkan produk logam mulia atau emas batangan tematik seri Imlek tahun 2024 Masehi/2575 Kongzili dengan desain tiga dimensi (3D). Emas batangan Imlek Shio Naga menjadi pionir produk emas tiga dimensi di Indonesia dengan motif naga kayu di bagian sisi depan sesuai dengan shio pada 2024. Shio Naga elemen kayu menjadi identitas penting perayaan Imlek 2024 pada 10 Februari mendatang.
Menurut Hartono, peluncuran produk Emas Imlek Shio Naga tahun ini merupakan salah satu komitmen ANTAM dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dengan kualitas dan inovasi produk yang dilakukan secara konsisten.
“Berkaca dari kesuksesan produk serupa pada perayaan Imlek tahun lalu, kehadiran produk Emas Imlek Shio Naga diharapkan dapat menyemarakkan perayaan Imlek tahun 2024 serta menjadi pilihan collectible item yang berharga,” ujar dia.
Produk emas batangan tematik Seri Imlek 2024 hadir dalam dua kategori, yakni emas batangan dan emas gift series. Untuk kategori emas batangan, Emas Imlek Shio Naga hadir dengan varian berat 8 gram dan 88 gram. Sementara emas gift series Imlek hadir dengan berat 0,5 dan 1 gram.
Menyoal harga yang sedang tinggi, Hartanto mengatakan, perseroan tidak khawatir penjualan akan menurun karena emas merupakan instrumen investasi yang safe haven sehingga bisa dijadikan sebagai lindung nilai atau hedging, sehingga saat membutuhkan bisa dijual lagi dengan mudah.
“Kapan kita beli emas? Beli sekarang. Karena dari statistik sudah terbukti harganya akan mengalami kenaikan seperti halnya dalam 10 tahun terakhir mengalami kenaikan rata-rata per tahun sekitar 9-10%,” tutupnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






