Jumat, 15 Mei 2026

Wall Street Bangkit Berkat Penguatan Saham-Saham Teknologi

Penulis : Indah Handayani
19 Jan 2024 | 05:15 WIB
BAGIKAN
Wall Street
Sumber: Antara
Wall Street Sumber: Antara

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street bangkit pada Kamis (18/1/2024). Hal tersebut berkat menguatnya saham-saham teknologi yang dipimpin oleh Apple. 

Dikutip dari CNBC internasional, Dow Jones Industrial Average terkerek 201,94 poin (0,54%) menjadi 37.468.61. Sedangkan Nasdaq Composite yang sarat teknologi melonjak 1,35% menjadi ditutup pada 15.055,65. Sementara itu, S&P 500 naik 0,88% menjadi berakhir pada 4.780,94, sekarang hanya terpaut 15,62 poin (0,33%) dari rekor tertinggi penutupannya.

Nasdaq dan S&P 500 sekarang berada di wilayah positif pada 2024. Dengan masing-masing mencatatkan kenaikan Sebesar 0,30% dan 0,23%. Namun, Dow Jones tetap negatif pada tahun ini, karena turun 0,59%.

ADVERTISEMENT

Saham Apple menguat sekitar 3,3% setelah Bank of America meningkatkan sahamnya menjadi beli, menyerukan kenaikan lebih dari 20% selama 12 bulan ke depan. Raksasa teknologi ini mengalami hari terbaiknya sejak 5 Mei 2023. Technology Select Sector SPDR Fund (XLK) juga menguat sekitar 2%, mencapai titik tertinggi sepanjang masa.

Taiwan Semiconductor Manufacturing Co, pembuat chip terbesar di dunia, bertambah 9,8% setelah membukukan laba dan pendapatan yang lebih baik untuk kuartal keempat. Ini membantu mendorong saham VanEck Semiconductor ETF (SMH) naik lebih dari 3% untuk mencapai level tertinggi sepanjang masa.

Ross Mayfield, analis strategi investasi di Baird, mengatakan saham teknologi mendapat dorongan hari ini dari pembaruan TSMC, yang memberikan banyak hal positif mengenai panduan ke depan untuk semikonduktor dan AI, sejauh itulah yang diperdagangkan oleh sebagian besar perusahaan ini.

“Seiring dengan berkembangnya lingkungan makro pada tahun ini, jika masih ada dorongan untuk AI, hal ini akan muncul pada saham-saham yang paling banyak dimanfaatkan (terhadap) AI,” tambah Mayfield.

Imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) 10 tahun naik menjadi 4,14% pada Kamis (18/1/2024), karena data pekerjaan baru menunjukkan berlanjutnya pengetatan di pasar tenaga kerja.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 20 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia