Jumat, 15 Mei 2026

Setelah Ada Info Ini, Saham Antam (ANTM) Meningkat

Penulis : Thresa Sandra Desfika
19 Jan 2024 | 09:19 WIB
BAGIKAN
Antam. (Ilustrasi/Perseroan)
Antam. (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)/Antam menghijau di awal sesi I perdagangan 19 Januari 2024. Saham ini dibuka di Rp 1.670 atau naik 3%, dan di sekitar pukul 09.13 WIB saham ini ada di Rp 1.690 (+4,32%).

Saham Antam meningkat setelah crazy rich atau konglomerat asal Surabaya, Budi Said (BS) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus rekayasa jual-beli sekitar 1,1 ton emas Antam. Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Kejaksaan Agung (Kejagung), Kuntadi mengatakan status Budi ditetapkan seusai diperiksa, pada Kamis (18/1/2024).

Tim penyidik Kejaksaan Agung Bidang Pidana Khusus telah memanggil seorang saksi berinisial BS seorang pengusaha properti asal Surabaya untuk diambil keterangan terkait dengan adanya dugaan rekayasa jual beli emas. Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, pada hari ini status yang bersangkutan dinaikan sebagai tersangka,” kata Kuntadi saat ditemui di Kantor Kejagung, Jakarta, Kamis (18/1/2023).

ADVERTISEMENT

Dari kantor penyidik Kejagung, kata Kuntadi, BS akan ditindak berupa penahanan untuk kepentingan penyidikan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung. Kuntadi menjelaskan kasus ini berawal pada Maret hingga November 2018.

Menurut dia, BS bersama tersangka lain yakni EA, AP, EKA, dan MD, melakukan pemufakatan jahat berupa rekayasa transaksi jual beli emas dengan cara menetapkan harga jual di bawah harga yang telah ditetapkan Antam.

“Dengan dalih seolah-olah ada diskon dari PT Antam, padahal saat itu PT Antam tidak melakukan diskon. Guna menutupi transaksinya tersebut maka pelaku ini menggunakan pola transaksi di luar mekanisme yang telah ditetapkan PT Antam. Sehingga PT Antam tidak bisa mengontrol jumlah logam mulia dan jumlah uang yang ditransaksikan. Akibatnya, antara jumlah uang yang diberikan oleh BS dan logam mulia yang diserahkan ada selisih begitu besar," jelas Kuntadi.

Lanjut Kuntadi, untuk menutupi selisih tersebut, para pelaku kemudian membuat surat diduga palsu, seolah-olah transaksi sudah dilakukan dan PT Antam seolah melakukan kekurangan dalam menyerahkan logam mulia.

Hal ini mengakibatkan PT Antam mengalami kerugian sebesar 1,136 ton logam mulia atau setara Rp 1,1 triliun. Akibat perbuatannya, BS dan tersangka lainnya disangkakan Pasal 2 ayat 1, dan pasal 3 jo Pasal 18 uu tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia