PGEO Ekspansi dan Jajaki Akuisisi, Target Harga Sahamnya Direvisi Naik
JAKARTA, investor.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menargetkan peningkatan kapasitas terpasang yang dikelola secara langsung menjadi 1 GW. Karena itu, perseroan akan menambah kapasitas terpasang sebanyak 340 MW dari saat ini 672 MW.
Pertamina Geothermal telah mengamankan power purchase agreement (PPA) untuk total kapasitas ekspansi sebesar 285 MW. Dalam 2 tahun ke depan, anak usaha PT Pertamina tersebut menargetkan penambahan sebanyak 175 MW dari Hululais unit 1 & 2 (110 MW) dan Lumut Balai unit 2 (55 MW). Sisanya 110 MW dari Lumut Balai Ext A dan C1 yang diharapkan selesai pada 2030.
“Terkait peluang anorganik, manajemen Pertamina Geothermal Energy menjajaki kemungkinan mengakuisisi sejumlah aset panas bumi,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Hasan Barakwan dalam risetnya.
Tahun ini, emiten berkode saham PGEO tersebut memproyeksikan penurunan produksi sebesar 2,6% (yoy) menjadi 4.612 GWh. Sebab tahun ini ada pemeliharaan besar-besaran. PGEO menjadwalkan pemeliharaan beberapa asetnya, termasuk Kamojang unit 1 dan 4. Pemeliharaan ini akan memakan waktu 26-31 hari. Perseroan juga akan melakukan pemeliharaan besar-besaran di Lahendong, Ulubelu, Karaha, dan Lumut Balai.
“Meski ada maintenance, PGEO tetap yakin target produksi tahun 2024 bisa tercapai,” sebut Hasan.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun perkiraan produksi PGEO tahun 2024 sebesar 2,6%, karena target produksi perseroan sedikit di bawah proyeksi BRI Danareksa Sekuritas yang sebanyak 4.735 GWh. Alhasil, estimasi laba bersih PGEO tahun ini diturunkan sebesar 4,3% menjadi US$ 185 juta.
Target Harga Saham PGEO Naik
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






