Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Stabil, Investor Menanti Kebijakan Fed

Penulis : Indah Handayani
27 Jan 2024 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange. ANTARA/REUTERS/am
Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange. ANTARA/REUTERS/am

NEW YORK, investor.id - Harga emas stabil pada Jumat (26/1/2024), karena perhatian investor beralih ke pertemuan kebijakan The Fed yang dijadwalkan minggu depan untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut mengenai prospek suku bunga.

Dikutip dari Reuters, harga emas di pasar spot turun tipis 0,06% pada US$ 2.018,58 per ons. Sedangkan emas berjangka AS sebagian besar menetap datar di US$ 2.017,3.

David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, melihat pasar emas berkonsolidasi saat ini karena ekspektasi penurunan suku bunga tidak terjadi secepat yang diinginkan pasar.

ADVERTISEMENT

“Tetapi tema mendasar atau gagasan bahwa suku bunga akan turun pada 2024 terus mendukung dan mendukung pasar emas,” ungkap Meger.

Pasar secara luas mengharapkan The Fed untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan kebijakannya pada 30-31 Januari, namun telah mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga pada Maret, menurut CME FedWatch Tool. 

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan.

Harga minyak di Amerika Serikat (AS) naik moderat pada Desember, menjaga kenaikan inflasi tahunan di bawah 3% selama tiga bulan berturut-turut, sehingga memungkinkan The Fed untuk mulai menurunkan suku bunganya tahun ini. Data lain pada Kamis (25/1/2024) menunjukkan perekonomian AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal keempat.

Dari sisi fisik, premi emas China naik minggu ini karena langkah-langkah stimulus tambahan membantu sentimen, beberapa hari sebelum perayaan Tahun Baru Imlek dimulai.

Ole Hansen, kepala strategi komoditas Saxo Bank dalam sebuah catatan menyebut, dalam jangka pendek, arah emas dan perak akan terus ditentukan oleh data ekonomi yang masuk dan dampaknya terhadap dolar, imbal hasil dan ekspektasi penurunan suku bunga.

Sedangkan harga logam mulia lainnya, yaitu perak di pasar spot turun 0,8% menjadi US$ 22,75 per ounce dan menuju minggu terbaiknya dalam lima minggu terakhir.

Platinum naik 2,6% menjadi US$ 914,33 dan paladium naik 1,9% menjadi US$ 958,81, keduanya berada di jalur kenaikan mingguan.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia