Harum Energy (HRUM) Agresif di Nikel, Target Sahamnya Fantastis
Sebelum transaksi terbaru akuisisi Westrong Metal Industry, HRUM lebih dahulu meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT Infei Metal Industry (IMI) menjadi 100% dari sebelumnya 49% saham. Untuk menguasai 100% saham, HRUM menghabiskan dana US$ 344,8 juta.
Infei Metal Industry mengoperasikan smelter nikel berteknologi rotary kiln electric furnace (RKEF) di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), dengan kapasitas tahunan sebanyak 28 ribu ton nickel pig iron (NPI).
“HRUM telah mengindikasikan rencana untuk mendiversifikasi produk nikelnya dengan berinvestasi pada smelter nikel berteknologi high pressure acid leaching (HPAL) hingga memproduksi mixed hydroxide precipitate (MHP) untuk baterai kendaraan listrik,” jelas Mandiri Sekuritas.
HRUM telah mengeluarkan dana lebih awal sebesar US$ 200 juta untuk investasi, yang kemungkinan untuk mendanai ekspansi ke smelter HPAL. Perseroan juga mengindikasikan rencana investasi pada material hilir baterai lebih lanjut, seperti NiSO4 dan prekursor baterai.
Dengan berbagai faktor tersebut, Mandiri Sekuritas mempertahankan rating beli untuk saham HRUM. Target harga saham HRUM dipatok begitu tinggi sebesar Rp 2.000. Pada perdagangan Rabu (31/1/2024), HRUM bertengger di level Rp 1.175. Jika mengacu pada harga tersebut, potensi cuan saham HRUM masih besar mencapai 70,2%.
“Kami yakin akuisisi Westrong Metal Industry merupakan bagian dari rencana jangka panjang HRUM untuk meningkatkan investasinya di sektor nikel. Sedangkan bisnis batu bara akan menjadi cash cow untuk mendanai ekspansi nikel. Rencana diversifikasi produk nikel (NPI, high grade nickel matte, dan MHP) akan membantu memberikan margin dan arus kas yang lebih stabil bagi HRUM,” pungkas Mandiri Sekuritas.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






