Jumat, 15 Mei 2026

Ada Kabar Bahas Merger dengan Grab, Efeknya Bisa Begini ke GOTO

Penulis : Thresa Sandra Desfika
12 Feb 2024 | 09:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Grup GOTO. Ist
Ilustrasi Grup GOTO. Ist

JAKARTA, investor.id - Bloomberg melaporkan bahwa Grab Holdings Ltd (Nasdaq: GRAB) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali melakukan pembicaraan merger, yang ditujukan untuk menghentikan kerugian bertahun-tahun akibat persaingan yang ketat antara keduanya.

Namun, seperti dikutip dari ulasan Stockbit pada Senin (12/2/2024), berdasarkan pemberitaan Bloomberg belum terdapat detail yang konkret mengenai aspek-aspek diskusi merger tersebut.

Perwakilan GOTO mengatakan kepada Bloomberg bahwa "tidak ada pembicaraan semacam itu yang terjadi," sementara perwakilan Grab menolak untuk berkomentar.

ADVERTISEMENT

Lead Investment Analyst Stockbit Edi Chandren menilai, dari sisi bisnis, jika dapat dieksekusi, merger ini berpotensi berdampak positif terhadap profitabilitas bisnis on-demand services GOTO yang masih mencatatkan kerugian usaha sebesar Rp 1,54 T per 9M23.

Efek ke Saham

Namun, dari sisi regulator, Stockbit menilai rencana merger dengan Grab berpotensi lebih sulit dieksekusi dibandingkan kolaborasi GOTO dengan TikTok.

“Hal ini karena status GOTO dan Grab sebagai dua pemain terbesar pada layanan on-demand services di Indonesia, sehingga dapat memunculkan kekhawatiran monopoli,” sebut Edi.

Meski demikian, sambung Edi, kabar ini berpotensi memberikan sentimen positif bagi harga saham GOTO.

Berkaca dari kejadian sebelumnya, sejak awal kemunculan kabar kolaborasi GOTO dan TikTok pada pertengahan November 2023, saham GOTO naik hingga lebih dari +40% dari level di bawah Rp 80/saham hingga titik tertingginya di level Rp 116/lembar pada 4 Desember 2023. Pada 11 Desember 2023, GOTO akhirnya mengumumkan kesepakatan dengan TikTok.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia