Lo Kheng Hong Sebut Emiten Ini Wonderful Company, Kolektor Sahamnya sampai Anthoni Salim
JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)/BCA naik 1,02% ke Rp 9.950 pada perdagangan 16 Februari 2024 kemarin. Sebanyak 142,28 juta saham ditransaksikan, frekuensi 15.116 kali, dan nilai transaksi Rp 1,42 triliun.
Saham BCA pada perdagangan 16 Februari juga sempat menyentuh Rp 10.000 yang merupakan level tertingginya (BCA sendiri telah melakukan beberapa kali stock split). Dalam tiga bulan terakhir saham ini melejit 9,64%.
Bank swasta terbesar ini berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 48,6 triliun sepanjang 2023, tumbuh 19,4% secara tahunan (year on year/yoy).
Baca Juga:
50 Emiten Kena Suspensi BursaDalam Seminar Utama: Investor sebagai Pemenang di Tahun Politik, Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2023 pada Oktober 2023 silam, Lo Kheng Hong sempat mengutarakan pandangannya mengenai BCA (BBCA).
Lo Kheng Hong menilai, BCA adalah wonderful company lantaran dalam 23 tahun sahamnya terus melambung.
“Karena saham BCA itu wonderful company, bukan rekomendasi membeli atau menjual. Company itu dalam 23 tahun sudah memberikan capital gain kepada masyarakat 26.000%,” papar Lo Kheng Hong dikutip dari Youtube Indonesia Stock Exchange, Sabtu (17/2/2024).
Sebagai informasi, saham BBCA mulai dicatatkan pada 31 Mei 2000. Perseroan menggelar initial public offering (IPO) di Rp 1.400/saham. Saat itu, kapitalisasi pasarnya sekitar Rp 4,12 triliun. Namun per penutupan 27 Oktober 2023, market cap BCA sudah Rp 1.072 triliun. Artinya, sejak IPO tahun 2000 sampai penutupan 27 Oktober 2023, market cap BCA terbang 25.919%.
Adapun per penutupan 16 Februari 2024 kemarin, market cap BCA sudah ada di angka Rp 1.226,58 triliun. Artinya, melambung sekitar 29.671% dari IPO.
Anthoni Salim
Sementara itu, nama konglomerat Anthoni Salim masih tercatat sebagai salah satu pemegang saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA.
Per 31 Desember 2023, kepemilikan Anthoni Salim tercatat dengan nama Bank Julius Baer Co Ltd, Singapore S/A Anthoni Salim dengan jumlah 855.239.635 saham atau 0,69%. Sama dengan jumlah yang dimilikinya per 31 Desember 2022.
Nama Anthoni Salim menjadi pemegang saham BBCA terbesar ketiga, setelah PT Dwimuria Investama Andalan 54,94% di posisi pertama, dan Government of Singapore (Citibank Singapore S/A Government of Singapore) 1,44% di peringkat 2.
Adapun Dwimuria Investama saham-sahamnya dimiliki oleh Robert Budi Hartono 51% dan Bambang Hartono 49%. Keduanya adalah pemilik Grup Djarum.
Saham BBCA pada 16 Februari 2024 diparkir di Rp 9.950. Jika berpatokan pada harga tersebut, maka nilai kepemilikan Anthoni Salim sekitar Rp 8,5 triliun.
Berikut 20 pemegang saham terbesar BCA (BBCA) per 31 Desember 2023:
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






