Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Turun, Dipicu Pelemahan Permintaan

Penulis : Indah Handayani
5 Mar 2024 | 04:48 WIB
BAGIKAN
ilustrasi minyak mentah
sumber: Antara
ilustrasi minyak mentah sumber: Antara

NEW YORK, investor.id - Harga minyak turun pada Senin (4/3/2024). Dipicu lemahnya permintaan mengimbangi perpanjangan pengurangan produksi sukarela yang diperkirakan secara luas hingga pertengahan tahun oleh OPEC+.

Dikutip dari Reuters, Brent berjangka turun 75 sen menjadi US$ 82,8 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$ 1,24 (1,5%) menjadi US$ 78,74 per barel.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) memperpanjang pengurangan produksi minyak secara sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari (bpd) hingga kuartal kedua. Hal itu dilakukan untuk mendukung harga di tengah kekhawatiran pertumbuhan global dan peningkatan produksi di luar kelompok tersebut.

ADVERTISEMENT

John Kilduff, partner di Again Capital LLC di New York, mengatakan, berakhirnya musim dingin yang hangat di belahan bumi utara membebani harga minyak meskipun ada pengumuman OPEC+. “Kita memerlukan permintaan minyak pemanas yang berkelanjutan untuk mempertahankan kompleks ini,” kata Kilduff.

Pasokan produk bahan bakar minyak sulingan AS, termasuk minyak pemanas, turun pada bulan Desember menjadi 3,61 juta barel per hari (bpd), turun sekitar 10% dari bulan November dan terendah sejak Juni 2020, menurut data dari Administrasi Informasi Energi minggu lalu.

Kilduff menambahkan, pembicaraan mengenai gencatan senjata di Gaza juga membebani harga minyak.

Sementara itu, Walt Chancellor, ahli strategi energi di Macquarie, mengatakan, karena ekspektasi pasar terhadap rollover semakin jelas akhir-akhir ini, perpanjangan pengurangan produksi OPEC+ mungkin semakin diperhitungkan.  

"Dengan muatan OPEC tampak stabil dan pasokan secara keseluruhan mungkin tidak menunjukkan dampak signifikan dari pengurangan sukarela tambahan yang diimplementasikan pada kuartal pertama, kami tidak melihat perpanjangan dari kelompok yang lebih luas sebagai hal yang sangat berdampak," katanya.

Namun, pengumuman Rusia bahwa mereka memangkas produksi dan ekspor minyaknya sebesar 471 ribu barel per hari pada kuartal kedua mengejutkan beberapa analis.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 8 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 18 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia