Harga Minyak Tertekan Seiring Rilis Data Terbaru Ekonomi China
JAKARTA, investor.id - Harga minyak tertekan pada Selasa pagi (5/3/2024), dibebani oleh sentimen dari rilisnya data terbaru ekonomi China yang suram. Ditambah lagi, adanya isyarat meredanya situasi di jalur Laut Merah yang menjadi lalu lintas perdagangan global.
Tim Research and Development ICDX mengatakan, data statistik ekonomi terbaru yang dirilis menunjukkan momentum pertumbuhan aktivitas jasa China melemah di bulan Februari, dengan kepercayaan bisnis yang moderat untuk bulan kedua dan perusahaan-perusahaan memangkas jumlah staf untuk pertama kalinya sejak bulan November, ungkap survei dari PMI Caixin pada Selasa. Indeks manajer pembelian jasa (PMI) Caixin turun tipis menjadi 52,5 dari 52,7 pada bulan Januari, namun masih di atas angka 50 yang memisahkan ekspansi dan kontraksi selama 14 bulan berturut-turut.
“Data terbaru China tersebut memberikan gambaran pesimis akan kondisi pasar di negara ekonomi raksasa kedua dunia itu,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Selasa (5/3/2024).
Tim Research and Development ICDX menambahkan, sentimen negatif lainnya datang dari berita bahwa kapal komersial harus mendapatkan izin dari Otoritas Urusan Maritim yang dikuasai Houthi Yaman sebelum memasuki perairan Yaman, kata Menteri Telekomunikasi Houthi Misfer Al-Numair pada hari Senin. Pengumuman tersebut mengisyaratkan potensi bagi kapal komersial untuk kembali berlayar melalui rute Laut Merah, yang tentunya akan menghemat waktu perjalanan dibanding melalui pengalihan rute lewat Afrika yang jauh lebih lama.
Sementara itu, pembicaraan mengenai gencatan senjata di Gaza masih belum mencapai kesepakatan. Mediator Hamas dan Mesir mengatakan pada hari Senin bahwa mereka akan melanjutkan perundingan di Kairo untuk mengamankan gencatan senjata di Gaza, meskipun ada keputusan Israel untuk tidak mengirim delegasi.
Tim Research and Development ICDX menambahkan, untuk indikator dalam waktu dekat yang menjadi fokus pelaku adalah laporan statistik mingguan mengenai stok minyak mentah dan stok bahan bakar di AS yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) setiap hari Selasa pukul 16.30 ET. Laporan API ini biasanya dijadikan gambaran awal untuk melihat kondisi permintaan di pasar energi AS dari sisi swasta sebelum disusul oleh laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis pada hari Rabu malam oleh Energy Information Administration (EIA).
“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 82 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 78 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






