Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Turun Hampir 1% di Tengah Kekhawatiran Pertumbuhan Ekonomi China

Penulis : Indah Handayani
6 Mar 2024 | 04:45 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak
Sumber: Antara
ilustrasi harga minyak Sumber: Antara

NEW YORK, investor.id - Harga minyak turun hampir 1% pada Selasa (5/3/2024). Di tengah skeptisisme seputar China mencapai target pertumbuhan ekonominya dan penurunan minat risiko investor melawan pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent jatuh 76 sen (0,9%) menjadi US$ 82,04 per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 59 sen (0,8%) menjadi US$ 78,15 per barel. Kedua tolok ukur tersebut telah turun lebih dari US$ 1 selama sesi tersebut.

Sentimen yang membebani harga harga minyak datang dari China, importir minyak terbesar di dunia, menetapkan target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2024 sekitar 5%. Meskipun target tersebut serupa dengan target tahun lalu dan sejalan dengan ekspektasi para analis, kurangnya rencana stimulus besar-besaran untuk menopang perekonomian negara yang sedang berjuang mengecewakan para investor.

ADVERTISEMENT

“Target pertumbuhannya baik-baik saja, namun yang hilang adalah bagaimana mereka ingin mencapainya, stimulus seperti apa yang masih belum jelas untuk saat ini,” kata analis UBS, Giovanni Staunovo.

Staunovo menambahkan, sentimen penghindaran risiko di pasar keuangan yang lebih luas juga memberikan tekanan pada harga. Harga emas mencapai rekor tertinggi pada Selasa karena meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga AS pada Juni, sementara Wall Street melemah karena rontoknya saham-saham megacap.

Sedangkan sentimen pendukung harga minyak adalah dolar AS yang tergelincir karena berkurangnya pertumbuhan di sektor jasa. Greenback yang lebih murah biasanya mendukung harga minyak dengan meningkatkan permintaan dari investor yang memegang mata uang lainnya.

“Di luar itu, pasar sebenarnya hanya menantikan berita utama berikutnya, dengan fokus pada laporan penyimpanan mendatang,” kata analis Mizuho Robert Yawger.

Putaran terbaru laporan persediaan mingguan AS diperkirakan menunjukkan stok minyak mentah meningkat sekitar 2,1 juta barel pada minggu lalu, yang akan menjadi minggu keenam berturut-turut, sementara stok sulingan dan bensin diperkirakan menurun, menurut jajak pendapat Reuters.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 19 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia