Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Rontok, Terbebani Pesimisme Pertumbuhan Ekonomi China

Penulis : Indah Handayani
6 Mar 2024 | 11:10 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak (Foto: REUTERS/Stringer)
ilustrasi harga minyak (Foto: REUTERS/Stringer)

JAKARTA, investor.id - Harga minyak rontok pada Rabu pagi (6/3/2024). Hal itu karena terbebani pesimisme akan tercapainya pertumbuhan ekonomi China sesuai target dan laporan stok dari API. Meski demikian, pernyataan Putin akan sikap OPEC+ serta rencana pemberlakuan kembali sanksi AS terhadap sektor minyak Venezuela memberikan dukungan pada harga minyak.

Tim Research and Development ICDX mengatakan, dalam pertemuan Kongres Rakyat Nasional (NPC) tahunan hari Selasa di Beijing, Perdana Menteri Li Qiang mengumumkan target pertumbuhan ekonomi China di level 5% untuk 2024. Target tersebut sama dengan tahun lalu dan sekaligus merupakan target terendah pertumbuhan ekonomi China dalam beberapa dekade. Li juga menambahkan bahwa untuk mencapai target tersebut sangat tidak mudah karena fondasi untuk pemulihan dan pertumbuhan ekonomi China yang berkelanjutan tidak cukup kokoh.

“Komentar Li tersebut menambah pesimisme pasar akan tercapainya pertumbuhan ekonomi China sesuai yang ditargetkan, serta meningkatkan kekhawatiran akan melambatnya ekonomi di negara importir minyak terbesar kedua dunia itu,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Rabu (6/3/2024)

ADVERTISEMENT

Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut membebani pergerakan harga minyak lebih lanjut, grup industri American Petroleum Industry (API) melaporkan stok minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 423 ribu barel, jauh lebih rendah dari prediksi awal yang memperkirakan stok akan naik sebesar 2.600 barel, yang mengindikasikan lesunya permintaan di pasar energi AS.

“Meski demikian, pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA),” papar Tim Research and Development ICDX.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Selasa menegaskan bahwa tujuan OPEC+ adalah untuk mencapai stabilitas harga di pasar minyak, bukan menaikkan harga tanpa batas waktu, dan sejauh ini tujuan tersebut telah berhasil dicapai. Pernyataan Putin tersebut mengisyaratkan sikap OPEC+ untuk tetap mempertahankan kebijakan dan langkah yang telah diambil sejauh ini, yang artinya untuk sementara waktu tidak akan ada kenaikan pasokan dari aliansi OPEC+.

Tim Research and Development ICDX menyebut, sentimen positif lainnya datang dari rencana AS untuk kembali menjatuhkan sanksi yang menargetkan sektor minyak Venezuela mulai bulan depan, ungkap sumber yang mengetahui masalah itu pada hari Selasa. Jika benar diimplementasikan, maka sanksi AS tersebut akan membuat produksi minyak Venezuela kembali turun ke level sekitar 600 ribu bph.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 80 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 76 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia