Jumat, 15 Mei 2026

Perlu Percepatan Pengembangan Pasar Modal untuk Menuju Indonesia Emas 2045 

Penulis : Indah AP
6 Mar 2024 | 15:00 WIB
BAGIKAN
Guru Besar Sekolah Ekonomi dan Bisnis Universitas Prasetiya Mulya, Prof. Lukas Setia Atmaja, Ph.D dalam acara The Inaugural Ceremony Universitas Prasetiya Mulya, BSD, Tangerang pada Selasa (5/3/2024).
Guru Besar Sekolah Ekonomi dan Bisnis Universitas Prasetiya Mulya, Prof. Lukas Setia Atmaja, Ph.D dalam acara The Inaugural Ceremony Universitas Prasetiya Mulya, BSD, Tangerang pada Selasa (5/3/2024).

JAKARTA, investor.id - Prof. Lukas Setia Atmaja, Ph.D mengatakan perlu adanya percepatan dalam pengembangan sektor keuangan terutama pasar modal dalam menyongsong Indonesia Emas di tahun 2024. Hal tersebut diungkapkan dalam orasi ilmiah, usai Lukas dikukuhkan sebagai Guru Besar Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya, Selasa (05/03/24).

Dalam orasi ilmiah berjudul 'Menuju Indonesia Emas 2045: Percepatan Peningkatan Literasi dan Tata Kelola Pasar Modal' tersebut, Lukas mengungkapkan, pada tahun 2045 Indonesia akan berusia 100 tahun, dan Indonesia diperkirakan menjadi ekonomi terbesar ke-4 dunia berdasarkan produk domestik bruto.

Menurut Menteri Keuangan (2022), ada beberapa aspek yang mendesak untuk direformasi di sektor keuangan Indonesia antara lain rendahnya literasi keuangan, ketimpangan akses terhadap layanan keuangan, biaya transaksi yang tinggi, keterbatasan instrumen keuangan, lemahnya perlindungan hukum bagi investor, serta koordinasi dan penanganan stabilitas sistem keuangan.

ADVERTISEMENT

"Salah satu hal penting yang harus segera dilakukan adalah percepatan peningkatan literasi keuangan khususnya pasar modal," jelas Lukas dalam acara Pengukuhan Guru Besar Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya di BSD, Tangerang pada Selasa (5/3/2024).

Langkah tersebut merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, institusi pendidikan, institusi keuangan, dan masyarakat. Lukas menambahkan Pemerintah melalui OJK bisa meng-orkestra upaya edukasi keuangan yang dilakukan di sektor lainnya.

Institusi pendidikan bersama institusi keuangan dapat melakukan edukasi keuangan secara sistematis dan masif. "Apalagi masyarakat khususnya generasi milenial dan Z lebih melek keuangan, sehingga dapat berperan aktif sebagai "Pencerah Keuangan" di keluarga mereka," papar Lukas. Dengan meningkatnya literasi keuangan, minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal akan bertambah.

"Selain itu OJK dan BEI harus bergerak lebih cepat untuk menciptakan pasar modal yang melindungi investor, menjaga pasar yang efisien, tertib dan adil serta memfasilitasi pembentukan modal bagi dunia bisnis," kata Lukas. Peningkatan tata kelola pasar modal juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak di struktur pasar modal.

Dari sisi perusahaan, tata kelola antara lain dapat diperkuatkan dengan meningkatkan independensi dewan komisaris. Serta dari sisi OJK dan Bursa Efek, tata kelola dapat diperkuat dengan pengawasan yang lebih ketat dan penegakan hukum yang adil dan tegas serta seleksi emiten IPO yang lebih ketat.

"Sementara dari sisi investor, dengan tidak membeli saham gorengan atau saham yang bertata kelola buruk, mereka sudah mendukung terwujudnya pasar modal yang amanah," jelas Lukas. Lukas juga berharap semoga pasar modal dan bursa saham Indonesia bisa maju, amanah, dan bermartabat.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia