Harga Emas Kembali Pecah Rekor Seiring Peningkatan Taruhan Pemangkasan Suku Bunga AS
NEW YORK, investor.id - Harga emas kembali memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada Rabu (6/3/2024). Dengan demikian, harga emas telah menembus rekor tertingginya dalam dua hari berturut-turut. Hal itu seiring dengan meningkatnya taruhan terhadap pelonggaran moneter Amerika Serikat (AS).
Dikutip dari Reuters, harga emas spot naik 0,7% menjadi US$ 2,141.99 per ons, setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 2.152,09 di awal perdagangan. Sedangkan kontrak emas berjangka AS ditutup menguat 0,8% menjadi US$ 2.158,2.
Harga emas mendapatkan dukungan tambahan karena dolar AS melemah setelah Ketua The Fed Jerome Powell menunjukkan kemungkinan pemangkasan suku bunga pada tahun ini.
"Harga emas kemungkinan akan terus naik karena sentimen bullish tetap dominan. Namun, bullion mungkin memerlukan sedikit waktu untuk mencerna komentar keseluruhan Powell serta melihat laporan ketenagakerjaan pada Jumat ini," kata Tai Wong, seorang pedagang logam independen berbasis di New York.
Emas merugi ketika suku bunga AS tinggi meningkatkan imbal hasil pada aset pesaing seperti obligasi dan meningkatkan nilai dolar, membuat bullion lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
"Terdapat data makro yang telah mendorong kita ke arah ini dan tanggapan terhadap harapan kebijakan dari The Fed. Tetapi respons di pasar emas telah menjadi beberapa kali lipat dari apa yang model nilai fair jangka panjang tunjukkan," kata Michael Hsueh, analis Strategi FX & Komoditas di Deutsche Bank.
Pedagang sekarang melihat kemungkinan 70% untuk pemangkasan suku bunga Fed pada Juni.
"Pelaku pasar teknis sekarang membuka posisi beli penuh pada emas, dengan memegang dana sekitar 80% dari posisi beli maksimum historis mereka," tulis Ryan McKay, strategis komoditas senior di TD Securities.
Patokan harga emas London mencapai rekor tertinggi sebesar US$ 2.142,85 per troy ons pada lelang Rabu sore, kata London Bullion Market Association (LBMA).
Sementara itu, harga logam mulia lainnya, yaitu perak bertambah 1,9% menjadi US$24,15. Sedangkan platinum menguat sekitar 3% menjadi US$ 906,70 per ons, sementara palladium melonjak hampir 10% menjadi US$ 1.035,83.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






