Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Naik 1% Ditopang Ramainya Sentimen Positif

Penulis : Indah Handayani
7 Mar 2024 | 04:45 WIB
BAGIKAN
ilustrasi cadangan minyak AS
Sumber: Antara
ilustrasi cadangan minyak AS Sumber: Antara

NEW YORK, investor.id - Harga minyak naik 1% pada Rabu (6/3/2024). Hal itu ditopang ramainya sentimen positif, mulai dari penumpukan minyak mentah Amerika Serikat (AS) yang lebih kecil dari yang diharapkan, penarikan besar dari stok sulingan dan bensin, hingga pernyataan dari Ketua The Fed yang mengindikasikan ekspektasi pemangkasan suku bunga tahun ini.

Dikutip dari Reuters, kontrak berjangka Brent naik 92 sen (1,1%) ditutup menjadi US$ 82,96 per barel. Sementara minyak mentah WTI AS terkerek 98 sen (1,3%) ditutup menjadi US$ 79,13. Ini merupakan kenaikan pertama Brent setelah melemah selama lima hari berturut-turut.

Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan perusahaan energi menambahkan 1,4 juta barel minyak mentah ke stok selama minggu yang berakhir pada 1 Maret, lebih kecil dari yang diprediksi, sementara stok sulingan dan bensin turun lebih dari yang diperkirakan.

ADVERTISEMENT

Untuk stok minyak mentah, dibandingkan dengan perkiraan analis yang memperkirakan peningkatan sebesar 2,1 juta barel dalam jajak pendapat Reuters dan peningkatan sebesar 0,4 juta barel yang ditunjukkan dalam data dari American Petroleum Institute (API).

Perusahaan energi juga menarik 4,1 juta barel stok sulingan, termasuk solar dan minyak pemanas, dan 4,5 juta barel stok bensin pada minggu lalu. Bandingkan dengan perkiraan analis yang memperkirakan penarikan mingguan jauh lebih kecil, yaitu 0,7 juta barel sulingan dan 1,6 juta barel bensin.

“Penurunan bensin dan sulingan menjadi perhatian pasar. Ini adalah peringatan bahwa kita mempunyai pasar yang sangat ketat,” kata analis Price Futures Group Phil Flynn.

Dalam sambutannya di hadapan Kongres AS, Ketua The Fed Jerome Powell, mengatakan bank sentral memperkirakan akan memangkas suku bunga acuan pada akhir tahun ini, meskipun para pembuat kebijakan masih memerlukan ‘kepercayaan yang lebih besar’ dalam penurunan inflasi yang berlanjut.

Namun, keputusan The Fed menjadi lebih rumit karena data-data yang memberikan sinyal bercampur. Payroll swasta AS meningkat sedikit lebih rendah dari yang diharapkan pada Februari, memperkuat argumen untuk pemotongan suku bunga, sementara data yang menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi AS dari awal Januari hingga akhir Februari mendukung argumen untuk mempertahankan suku bunga.

Pemangkasan suku bunga dapat meningkatkan permintaan minyak dengan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, dolar AS  melemah ke level terendah satu bulan terhadap sekeranjang mata uang lain setelah komentar Powell. Dolar yang lebih lemah dapat meningkatkan permintaan untuk minyak dengan membuat bahan bakar lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

China mengumumkan target pertumbuhan ekonomi 2024 sekitar 5%, meskipun kurangnya rencana stimulus besar untuk mendukung ekonominya yang berjuang menimbulkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan permintaan minyak yang lambat.

“Pasar khususnya berharap untuk melihat ekspansi fiskal lebih lanjut untuk membantu mencapai target pertumbuhan," kata Tony Sycamore, seorang analis di IG di Sydney.

Sementara itu, pembicaraan tentang gencatan senjata dan pertukaran tawanan antara Israel dan Hamas mengalami kebuntuan ketika krisis kemanusiaan di Gaza memburuk dan sebuah kapal dagang terbakar setelah serangan fatal di Laut Merah.

Gangguan dalam pergerakan tanker minyak akibat serangan di Laut Merah oleh milisi Houthi yang didukung Iran di Yaman, bersamaan dengan perpanjangan pemotongan pasokan OPEC+, menyebabkan ketegangan pasokan, terutama di pasar Asia.

Ketegangan itu terlihat saat Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia, mengumumkan harga sedikit lebih tinggi untuk penjualan minyak mentah April ke Asia, pasar terbesarnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia