Jumat, 15 Mei 2026

Erick Thohir Ingatkan Dirut-dirut BUMN Naikkan Dividen Jadi Rp 85 T

Penulis : Muawwan Daelami
7 Mar 2024 | 22:38 WIB
BAGIKAN
Konferensi Pers Menteri BUMN Erick Thohir seusai acara BUMN Corporate Communication and Sustainability Summit (BCOMSS) di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Kamis (7/3/2024).
Konferensi Pers Menteri BUMN Erick Thohir seusai acara BUMN Corporate Communication and Sustainability Summit (BCOMSS) di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Kamis (7/3/2024).

JAKARTA, investor.id - Menteri BUMN Erick Thohir mengingatkan kepada para direktur utama (dirut) perusahaan-perusahaan BUMN untuk fokus meningkatkan kontribusi kepada negara dalam bentuk dividen. Tahun ini, Kementerian BUMN mengincar dividen tumbuh sekitar 3,65% menjadi Rp 85,8 triliun daripada realisasi dividen BUMN pada 2023 senilai Rp 82 triliun.

Menurut Erick, dividen (sebesar Rp 82 triliun) tidaklah cukup dan negara menginginkan kontribusi dividen yang lebih besar. "Tadi sore, saya ketemu dirut-dirut mengingatkan tahun depan dividen harus naik jadi Rp 85 triliun," ucap Erick di acara BUMN Corporate Communication and Sustainability Summit (BCOMSS) di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Kamis (7/3/2024).

Makanya, untuk mengejar target dividen tersebut, Erick menjelaskan, perusahaan-perusahaan BUMN harus melakukan transformasi salah satunya dengan mengadaptasi model bisnis. Terlebih, Kementerian BUMN juga sudah memiliki cetak biru (blue print).

"Kami mau jadi bagian dalam perubahan ekonomi hijau yang saat ini menjadi tantangan. Apakah akan didiamkan Indonesia menjadi negara importir BBM terbesar dunia? Dalam cetak biru, kita harus berkontribusi seperti mendorong bio ethanol yang bisa menekan polusi udara," terang Erick.

ADVERTISEMENT

Selain ethanol, Erick menuturkan, Kementerian BUMN juga mendorong pemanfaatan energi panas bumi atau geothermal. Penjualan kendaraan listrik terbukti sudah menyentuh 19 ribu atau mencerminkan 3% dari total penjualan. Belum lagi, Kementerian BUMN sudah menerapkan pemakaian tenaga surya di IKN Nusantara.

"Jadi, kami melihat ada tren pertumbuhan," tutur Erick. Lebih jauh, transformasi perusahaan-perusahaan BUMN juga dilakukan dengan mendorong perusahaan-perusahaan pelat merah untuk memperbaiki sektor logistik dan infrastruktur.

Tak berhenti di situ, Kementerian BUMN juga melanjutkan pembangunan berkelanjutan dan terus mengadaptasi perkembangan teknologi. "Dengan demikian, BUMN akan menjadi komponen penting sebagai bagian dari Government-Tech yang saat ini dibutuhkan Indonesia," tandas Erick. 

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 52 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 54 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia