Jumat, 15 Mei 2026

Ada Transaksi Negosiasi Saham Batu Bara Ini Rp 3,1 Triliun

Penulis : Thresa Sandra Desfika
8 Mar 2024 | 10:52 WIB
BAGIKAN
Aktivitas pertambangan PT Bayan Resources Tbk (BYAN). (Foto: Perseroan)
Aktivitas pertambangan PT Bayan Resources Tbk (BYAN). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Terdapat transaksi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) – emiten batu bara konglomerat Low Tuck Kwong –  di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi I perdagangan 8 Maret 2024.

Berdasarkan data pasar terungkap bahwa transaksi di pasar negosiasi BEI saham BYAN itu sebanyak 1,73 juta lot saham atau 173 juta saham di harga rata-rata Rp 18.000 per saham. Sehingga nilai keseluruhannya mencapai Rp 3,1 triliun.

Sampai berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi mengenai transaksi tersebut. Adapun sekitar pukul 10.45 WIB, saham BYAN di pasar reguler ada di Rp 19.500 atau naik 0,91%.

ADVERTISEMENT

Bayan Resources membukukan laba bersih sebesar US$ 1,23 miliar atau Rp 19,5 triliun sepanjang 2023 atau terpangkas 43,1% dibandingkan tahun sebelumnya US$ 2,17 miliar atau Rp 34,2 triliun.

Penurunan laba bersih Bayan Resources merupakan buntut dari koreksi pendapatan perseroan pada 2023 menjadi US$ 3,58 miliar atau ekuivalen Rp 56,3 triliun.

Padahal, tahun sebelumnya, Bayan Resources mampu mengukir pendapatan sebesar US$ 4,7 miliar atau Rp 74 triliun.

Penurunan Penjualan

Kinerja kurang memuaskan emiten batu bara berkode saham Bayan Resources (BYAN) ini akibat penurunan penjualan batu bara dan non batu bara, baik kepada pihak ketiga maupun pihak berelasi terutama di pasar ekspor.

Rinciannya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2023 yang dipublikasikan BYAN pada Senin (4/3/2024), penjualan batu bara kepada pihak ketiga melemah dari sebelumnya US$ 4,39 miliar menjadi US$ 3,39 miliar.

Begitu juga dengan penjualan batu bara kepada pihak berelasi yang terpangkas cukup tajam menjadi US$ 181 juta dari sebelumnya US$ 300 juta.

Penurunan penjualan kepada pihak ketiga dan berelasi ini khususnya terjadi di pasar ekspor.

China National Machinery Import and Export Corporation selaku mitra ketiga yang membeli batu bara BYAN hanya berkontribusi sebesar US$ 249 juta terhadap pendapatan perseroan. Angka ini jauh lebih kecil ketimbang kontribusi pada tahun lalu yang mencapai US$ 577 juta.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 40 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia