PTPP Tata Kembali Portofolio sebagai Perusahaan Konstruksi
JAKARTA, investor.id – PT PP Tbk (PTPP) tahun ini tetap berfokus menata portofolionya untuk kembali pada bisnis inti (core business) sebagai perusahaan konstruksi. Bahkan, perseroan bersiap meningkatkan ekspansinya di segmen swasta mulai dari lokal sampai swasta asing untuk menyeimbangkan porsi proyek pemerintah.
Direktur Utama PTPP Novel Arsyad mengungkapkan, arah kinerja perseroan pada tahun ini sebagaimana dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP), masih terus menggali pasar-pasar potensial yang bisa ditingkatkan. Di sisi lain, PTPP juga terus berupaya melakukan efisiensi, dan memaksimalkan kinerja di lapangan sehingga dapat berkontribusi positif kepada profitabilitas.
“Kami juga tahun ini melakukan divestasi-divestasi yang harapannya bisa memberikan kontribusi kepada profitabilitas perusahaan. Tapi sekarang masih berjalan karena masih sangat awal,” jelas Novel menjawab Investor Daily, baru-baru ini.
Yang jelas, sambung Novel, tahun ini PTPP membidik pertumbuhan kinerja sekitar 5-10% daripada realisasi kinerja perseroan pada tahun lalu. Untuk mengejar target tersebut, perseroan berupaya mempertahankan pasar-pasar pemerintah seperti Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan BUMN sebagai sasaran yang paling besar, diikuti dengan ekspansi ke area-area swasta dan swasta asing secara selektif agar manajemen risiko tertata dengan baik.
“Dengan begitu, pasar yang kami ambil itu merupakan pasar berkualitas yang bisa memberikan kontribusi profitabilitas yang bagus bagi perusahaan,” imbuhnya.
Baca Juga:
Ada Fakta Ini, Saham PTPP MelonjakDari sisi belanja modal (capital expenditure/capex), PTPP mengalokasikan capex pada tahun ini relatif kecil sebesar Rp 1,5 triliun jika dikomparasikan dengan capex pada 2022 misalnya, yang mencapai Rp 4,3 triliun.
Menurut Novel, capex tersebut akan perseroan gunakan untuk menyelesaikan investasi PTPP di salah satu proyek strategis nasional (PSN) yaitu Jalan Tol Semarang-Demak. Sebaliknya, capex tahun ini tidak akan digunakan untuk menambah investasi baru sebab perseroan fokus memperkuat kembali core business di segmen konstruksi dan ingin menuntaskan target divestasi tahun ini senilai Rp 3 triliun.
Dana yang diperoleh PTPP dari hasil investasi, Novel menerangkan, akan perseroan manfaatkan sebagai modal kerja untuk pekerjaan konstruksi dan mendukung investasi di area-area yang betul-betul sejalan (align) dengan bisnis inti perusahaan, sehingga nantinya dapat terukur baik dari sisi manajemen risiko maupun arus kas.
“Area-area yang berbau energi itu area yang tidak align dengan bisnis inti PTPP. Jadi area ini kami akan pangkas supaya tidak menjadi beban bagi perusahaan. Jadi, kami benar-benar sudah menata itu sehingga hasil yang kami dapatkan terkait profitabilitas perusahaan bisa maksimal dan tentunya itu menjadi harapan stakeholder,” papar Novel.
Kontrak Baru Januari Tumbuh
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






