Perusahaan Nikel Kaya, Capex-nya Rp 10 Triliun Lebih
JAKARTA, investor.id – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memiliki tiga proyek nikel besar dengan total investasi US$ 9 miliar alias sekitar Rp 139 triliun. Vale Indonesia mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) berkisar US$ 600-700 juta atau Rp 9-10 triliun lebih pada 2024 demi mendukung proyek-proyek itu.
Vale Indonesia adalah perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel dengan kas besar. Per 2023, merujuk data RTI, arus kas emiten berkode saham INCO tersebut mencapai Rp 6,49 triliun.
Hal itu mencuat dalam laporan riset Mandiri Sekuritas tentang partisipasi INCO di ajang Mandiri Investment Forum (MIF) 2024, baru-baru ini. Adapun proyek nikel pertama INCO adalah smelter rotary kiln electric furnace (RKEF) Bahodopi yang menelan investasi US$ 2,6 miliar, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga gas. Kapasitas smelter ini mencapai 73 ribu ton feronikel per tahun.
Negosiasi INCO dengan pemasok LNG masih terus berjalan. Pasokan listrik dari pembangkit itu ditargetkan keluar pada Februari 2026, sedangkan pemasangan mesin smelter pada Maret.
Kedua, proyek HPAL berkapasitas 120 ribu ton MHP di Pomalaa yang sudah mendapatkan persetujuan final investment decision (FID). Sekarang, INCO masuk proses pengadaan. Konstruksi proyek ini ditargetkan awal 2024 dan tuntas Desember 2026.
Ketiga, proyek HPAL dengan Huayou yang menelan investasi US$ 1,9 miliar dengan kapasitas 60 ribu ton MHP per tahun. INCO dan Huayou telah menekan perjanjian kerja sama definitif proyek yang berlokasi di Sorowako ini pada Agustus 2023. Proyek ini masih dalam proses uji kelayakan, sedangkan Huayou tengah mengurus perizinan lahan.
Huayou kini menghadapi tantangan untuk mengonversi lahan hutan menjadi kawasan industri. INCO menargetkan status lahan bisa diperoleh akhir Maret 2024. Pemasangan alat mekanikal ditargetkan selesai pada 2027.
“INCO juga memandu capex 2024 berkisar US$ 600-700 juta untuk mendukung proyek-proyek yang tengah digarap,” tulis Mandiri Sekuritas, yang dikutip pada Jumat (15/3/2024).
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






