Harga Minyak Dunia Menguat, Tiga Saham Berpotensi Beri Cuan Besar
JAKARTA, investor.id - Penguatan harga minyak dunia diprediksi akan mengerek harga saham emiten-emiten minyak seperti PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Para analis sepakat saham-saham itu berpotensi memberikan cuan besar hingga 39%.
Stockbit dalam ulasannya menyebutkan, penguatan harga saham MEDC terjadi seiring dengan kenaikan harga minyak Brent sebesar 2,6% ke level US$ 83,03 per barel pada perdagangan Rabu (13/3/2024) malam.
Penguatan minyak didorong oleh pengumuman dari badan energi di Amerika Serikat (AS), Energy Information Administration (EIA), yang menyebut bahwa penarikan inventory minyak mentah untuk periode yang berakhir pada 8 Maret 2024 mencapai 1,5 juta barel, melampaui ekspektasi konsensus di level 1,3 juta barel. Selain itu, EIA juga mencatat bahwa penarikan bensin mencapai 5,7 juta barel, jauh lebih tinggi dari estimasi konsensus di level 1,9 juta barel.
Investment Analyst Stockbit Hendriko Gani menilai, penarikan inventory minyak mentah dan bensin di AS yang lebih tinggi dibandingkan ekspektasi konsensus menandakan kuatnya permintaan minyak mentah di negara tersebut, yang merupakan konsumen minyak terbesar di dunia.
“Dengan permintaan yang kuat dan penurunan stok minyak AS, harga minyak global berpotensi melanjutkan penguatan harga dan dapat memberikan katalis positif bagi kinerja emiten produsen migas, seperti MEDC dan ENRG,” katanya, Kamis (14/3/2024).
Secara terpisah, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus mengatakan, sejauh ini harga minyak mulai konsisten mengalami kenaikan. Meskipun, harga WTI masih dalam rentang konsolidasi di rentang US$ 78 – 81,5 dan masih berpotensi mengalami kenaikan.
“Pasalnya saat ini pasar minyak global tengah menghadapi defisit pasokan sepanjang 2024 karena OPEC+ diperkirakan masih akan melanjutkan pemangkasan produksi,” jelasnya kepada Investor Daily, Kamis (14/3/2024).
Terlebih, lanjut pria yang akrab disapa Nico, Arab Saudi dan mitranya sepakat memperpanjang pembatasan produksi sekitar 2 juta barel per hari hingga pertengahan tahun mendatang. Dengan demikian, Nico meramalkan saham-saham seperti PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) berpotensi alami penguatan.
“Pantau saham ELSA dengan target harga Rp 540 per saham, MEDC target harga Rp 1.970 per saham,” ujar dia.
Jika dilihat dari harga penutupan perdagangan Kamis (14/3/2024), saham MEDC tercatat berada pada level Rp 1.450 per saham, dengan target harga sebesar Rp 1.970 maka berpotensi kasih cuan sebesar 35%. Sedangkan ELSA ditutup di Rp 388 per saham, dengan target harga Rp 540, maka potensi cuannya sebesar 39%.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






