Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Dunia Menguat, Tiga Saham Berpotensi Beri Cuan Besar

Penulis : M. Ghafur Fadillah
15 Mar 2024 | 04:45 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kegiatan di PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). (Annual Report)
Ilustrasi kegiatan di PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). (Annual Report)

JAKARTA, investor.id - Penguatan harga minyak dunia diprediksi akan mengerek harga saham emiten-emiten minyak seperti PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Para analis sepakat saham-saham itu berpotensi memberikan cuan besar hingga 39%.

Stockbit dalam ulasannya menyebutkan, penguatan harga saham MEDC terjadi seiring dengan kenaikan harga minyak Brent sebesar 2,6% ke level US$ 83,03 per barel pada perdagangan Rabu (13/3/2024) malam.

Penguatan minyak didorong oleh pengumuman dari badan energi di Amerika Serikat (AS), Energy Information Administration (EIA), yang menyebut bahwa penarikan inventory minyak mentah untuk periode yang berakhir pada 8 Maret 2024 mencapai 1,5 juta barel, melampaui ekspektasi konsensus di level 1,3 juta barel. Selain itu, EIA juga mencatat bahwa penarikan bensin mencapai 5,7 juta barel, jauh lebih tinggi dari estimasi konsensus di level 1,9 juta barel.  

ADVERTISEMENT

Investment Analyst Stockbit Hendriko Gani menilai, penarikan inventory minyak mentah dan bensin di AS yang lebih tinggi dibandingkan ekspektasi konsensus menandakan kuatnya permintaan minyak mentah di negara tersebut, yang merupakan konsumen minyak terbesar di dunia.

“Dengan permintaan yang kuat dan penurunan stok minyak AS, harga minyak global berpotensi melanjutkan penguatan harga dan dapat memberikan katalis positif bagi kinerja emiten produsen migas, seperti MEDC dan ENRG,” katanya, Kamis (14/3/2024).

Secara terpisah, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus mengatakan, sejauh ini harga minyak mulai konsisten mengalami kenaikan. Meskipun, harga WTI masih dalam rentang konsolidasi di rentang US$ 78 – 81,5 dan masih berpotensi mengalami kenaikan.

“Pasalnya saat ini pasar minyak global tengah menghadapi defisit pasokan sepanjang 2024 karena OPEC+ diperkirakan masih akan melanjutkan pemangkasan produksi,” jelasnya kepada Investor Daily, Kamis (14/3/2024).

Terlebih, lanjut pria yang akrab disapa Nico, Arab Saudi dan mitranya sepakat memperpanjang pembatasan produksi sekitar 2 juta barel per hari hingga pertengahan tahun mendatang. Dengan demikian, Nico meramalkan saham-saham seperti PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) berpotensi alami penguatan.

“Pantau saham ELSA dengan target harga Rp 540 per saham, MEDC target harga Rp 1.970 per saham,” ujar dia.

Jika dilihat dari harga penutupan perdagangan Kamis (14/3/2024), saham MEDC tercatat berada pada level Rp 1.450 per saham, dengan target harga sebesar Rp 1.970 maka berpotensi kasih cuan sebesar 35%. Sedangkan ELSA ditutup di Rp 388 per saham, dengan target harga Rp 540, maka potensi cuannya sebesar 39%.  

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia