Jumat, 15 Mei 2026

Emiten Grup Sinar Mas (BSDE) Labanya Drop

Penulis : Thresa Sandra Desfika
15 Mar 2024 | 08:02 WIB
BAGIKAN
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Foto: Perseroan.
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Foto: Perseroan.

JAKARTA, investor.id - Emiten Grup Sinar Mas, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) – pengembang BSD City – meraih pendapatan usaha sebesar Rp 11,54 triliun sepanjang 2023, tumbuh 12,74% yoy dibandingkan tahun 2022 tercatat sebesar Rp 10,24 triliun.

“Pendapatan dari segmen penjualan tanah, bangunan dan strata title mendominasi pendapatan usaha. Pada akhir tahun 2023, segmen ini membukukan angka Rp 9,83 triliun atau setara 85,15% dari total pendapatan usaha secara konsolidasian,” papar Direktur BSDE, Hermawan Wijaya dalam keterangan resmi dikutip Jumat (15/3/2024).

Adapun segmen dengan kontributor terbesar kedua sepanjang 2023 berasal dari segmen sewa. Segmen tersebut membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 917,69 miliar atau 7,95% terhadap total pendapatan usaha secara konsolidasian.

ADVERTISEMENT

Pertumbuhan pendapatan usaha juga diikuti oleh pertumbuhan beban pokok penjualan (BPP) yang naik 50,39% menjadi Rp 5,13 triliun. Sekedar informasi, tahun 2022 pos ini tercatat sebesar Rp 3,41 triliun.

Besaran pertumbuhan BPP yang lebih tinggi ketimbang pertumbuhan pendapatan usaha menekan laba kotor menjadi Rp 6,41 triliun. Terkoreksi tipis 6,07% dari pencapaian tahun sebelumnya Rp 6,83 triliun.

Laba Turun

Total beban usaha di akhir tahun 2023 tercatat tumbuh 12,19% menjadi Rp 3,50 triliun dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp 3,12 triliun. Menjadikan laba usaha terkoreksi 21,45% menjadi Rp 2,91 triliun dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp 3,71 triliun.

Keputusan manajemen untuk berinvestasi pada proyek-proyek yang potensial kembali membuahkan hasil. Pendapatan dividen tumbuh 51,01% menjadi Rp 4,97 triliun dibandingkan tahun 2022 Rp3,29 triliun. Sedangkan pendapatan bunga dan investasi pun tumbuh positif 49,56% menjadi Rp 497,14 miliar dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp 332,40 miliar.

Pencapaian tersebut mendorong angka laba sebelum pajak menjadi Rp2,27 triliun, terkoreksi 14,73% dibandingkan pencapaian tahun 2022 sebesar Rp 2,66 triliun.

Laba bersih tercatat sebesar Rp 1,95 triliun, turun 20,04% dibandingkan pencapaian tahun 2022 sebesar Rp 2,43 triliun, hal ini disebabkan oleh naiknya harga pokok penjualan dan biaya operasional.

“BSDE tahun ini kembali membukukan kinerja positif, baik top line maupun bottom line. Harapan kami, pasca pemilu, perekonomian nasional kembali berjalan normal. Dengan posisi kas dan setara kas sebesar Rp 9,43 triliun, serta persediaan sebesar Rp14,31 akan menjadi bekal positif bagi kami untuk melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan,” pungkas Hermawan.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia