Jumat, 15 Mei 2026

Emiten Ini dari Laba Jadi Rugi, tapi Sahamnya Tiba-tiba Melesat 70%

Penulis : Thresa Sandra Desfika
15 Mar 2024 | 08:21 WIB
BAGIKAN
PT Pelat Timah Nusantara Tbk (Latinusa). Foto: Perseroan.
PT Pelat Timah Nusantara Tbk (Latinusa). Foto: Perseroan.

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menerbitkan pengumuman unusual market activity (UMA) atas saham PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL)/Latinusa. Pasalnya telah terjadi peningkatan harga saham NIKL di luar kebiasaan.

“Dalam rangka perlindungan investor, dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) di luar kebiasaan (unusual market activity),” jelas pengumuman BEI.

BEI menyatakan bahwa pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

ADVERTISEMENT

Saham Pelat Timah Nusantara melesat 25% mentok auto rejection atas (ARA) ke Rp 430 pada perdagangan 14 Maret 2024 kemarin. Pada perdagangannya 13 Maret 2024, saham ini pun melejit 24,64% membentur ARA.

Dalam satu pekan terakhir, saham NIKL naik 53,57%, dan dalam satu bulan terakhir melambung 70,63%.

Bukukan Rugi

Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham Pelat Timah Nusantara (NIKL) tersebut, BEI saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini.

PT Pelat Timah Nusantara Tbk, disingkat PT Latinusa Tbk, merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang memproduksi tinplate berkualitas tinggi.

Pemegang saham mayoritas saat ini adalah knsorsium Jepang yang terdiri dari Nippon Steel Corporation, Mitsui Co Ltd, Nippon Steel Trading Corporation, dan Metal One. Selain itu, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menggenggam 20,1% saham NIKL.

Nippon Steel Corporation juga merupakan penyedia bahan baku utama NIKL, tin mill black plate (TMBP), sehingga ketersediaan bahan baku senantiasa terjamin.

Pada tahun 2023, NIKL membukukan rugi tahun berjalan US$ 3,66 juta. Berbalik dari laba tahun berjalan pada 2022 sebesar US$ 7,12 juta.

Kerugian itu dipicu oleh penurunan penjualan dari US$ 255,34 juta di 2022 menjadi US$ 171,08 juta pada tahun 2023.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia