Setoran Dividen BUMN Naik, Permintaan PMN juga Bertambah
JAKARTA, investor.id – Menteri BUMN Erick Thohir boleh berbangga karena setoran dividen perusahaan-perusahaan pelat merah pada tahun buku 2023 melonjak menjadi Rp 81,2 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp 39,7 triliun.
Bahkan, penerimaan negara dari BUMN dalam bentuk pajak, dividen, dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) lainnya sudah menyentuh 21,9% dari total pendapatan negara di luar hibah untuk 2023.
Torehan prestasi ini tidak lepas dari menggelembungnya laba BUMN secara konsolidasi sebesar 15% atau setara Rp 38 triliun dari tahun sebelumnya Rp 254 triliun, menjadi Rp 292 triliun.
Kebanggaan Erick kian bertambah lantaran setoran dividen BUMN melampaui penyertaan modal negara (PMN) yang diinjeksi negara. Bandingkan saja, pada tahun buku 2023, Kementerian BUMN berhasil menyetorkan dividen sebesar Rp 81,2 triliun, sedangkan realisasi dan usulan PMN tunai pada 2023 sebesar Rp 35,3 triliun.
Artinya, ada margin sebesar Rp 46 triliun yang layak dibanggakan Erick dan menjadi pijakan Kementerian BUMN untuk mengajukan PMN dua tahun sekaligus. Dirinya beralasan, hal ini bertujuan agar terjadi keberlanjutan program sehingga program tahun depan perlu ditata sejak tahun ini.
Permintaan PMN selama dua tahun berturut-turut itu persisnya untuk tahun anggaran (TA) 2024 dan 2025. Pada TA 2024, Erick mengajukan PMN sebesar Rp 13,6 triliun untuk tujuh BUMN dan pada TA 2025, PMN yang diusulkan sebesar Rp 44,24 triliun untuk 16 BUMN.
Ketujuh BUMN yang disodorkan Erick sebagai penerima PMN pada TA 2024 yaitu PT Kereta Api Indonesia sebesar Rp 2 triliun yang akan digunakan untuk pengadaan kereta melalui retrofit dan pembelian kereta baru.
Kemudian, PT Hutama Karya sebesar Rp 1,6 triliun untuk menuntaskan pembangunan ruas Tol Palembang-Betung, dan PT Reasuransi Indonesia Utama sebesar Rp 1 triliun untuk memperkuat struktur permodalan.
Selanjutnya, Erick juga mengusulkan PMN bagi PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) sebesar Rp 3 triliun untuk membeli kapal penumpang rute perintis, lalu PT Industri Kereta Api (Inka) sebesar Rp 2 triliun untuk peningkatan kapasitas dan kualitas produksi, ID Food sebesar Rp 1 triliun untuk memperkuat permodalan, dan Rp 3 triliun untuk IFG yang akan dimanfaatkan sebagai penguatan permodalan penjaminan KUR.
16 BUMN Penerima PMN 2025
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






