Jumat, 15 Mei 2026

Setoran Dividen BUMN Naik, Permintaan PMN juga Bertambah

Penulis : Muawwan Daelami
20 Mar 2024 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Menteri BUMN Erick Thohir saat memaparkan capaian kinerja BUMN dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Senayan, Jakarta. Foto/Kementerian BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir saat memaparkan capaian kinerja BUMN dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Senayan, Jakarta. Foto/Kementerian BUMN

Adapun 16 BUMN lainnya yang diajukan Erick untuk mendapatkan PMN pada TA 2025 adalah Hutama Karya sebesar Rp 13,8 triliun untuk melanjutkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) fase 2 dan 3, lalu Asabri sebesar Rp 3,6 triliun untuk memperbaiki permodalan, PLN sebesar Rp 3 triliun untuk program listrik desa, IFG sebesar Rp 3 triliun untuk memperkuat permodalan KUR, dan Pelni sebesar Rp 2,5 triliun untuk pengadaan kapal baru.

Pada TA 2025, Erick turut memasukkan Biofarma dalam daftar penerima PMN sebesar Rp 2,2 triliun. Menurut dia, PMN tersebut akan dimanfaatkan perseroan untuk mendukung fasilitas belanja modal (capital expenditure/capex) baru.

Daftar penerima PMN berikutnya yaitu PT Adhi Karya Tbk (ADHI) sebesar Rp 2 triliun untuk pembangunan Tol Jogja-Bawen dan Solo-Jogja, kemudian PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebesar Rp 2 triliun untuk perbaikan struktur permodalan, dan Rp 2 triliun untuk Len Industri guna mendukung penyehatan keuangan.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya, Erick mengusulkan Danareksa untuk memperoleh dividen sebesar Rp 2 triliun untuk pengembangan usaha, terus KAI sebesar Rp 1,8 triliun untuk pengadaan trainset baru yang merupakan penugasan pemerintah, lalu ID Food sebesar Rp 1,6 triliun untuk modal kerja dan investasi, dan PT PP Tbk (PTPP) sebesar Rp 1,5 triliun untuk menuntaskan Tol Jogja-Bawen dan KIT Subang.

Erick juga memasukkan Perum Damri sebagai calon penerima PMN TA 2025 sebesar Rp 1 triliun untuk mendukung penyediaan bus listrik. Kemudian, Perumnas sebesar Rp 1 triliun untuk restrukturisasi dan penyelesaian persediaan, dan terakhir Inka dengan usulan PMN sebesar Rp 976 miliar yang rencananya dipakai untuk membuat kereta KRL.

Dengan demikian, dalam kurun waktu dua tahun anggaran tersebut, Erick total meminta PMN bagi perusahaan-perusahaan BUMN sejumlah Rp 57 triliun.

“Kumulatifnya tetap antara dividen dan PMN masih lebih besar dividen kurang lebih proporsinya 55% untuk dividen dan 45% PMN. Jadi, ini yang ingin kami usulkan di Komisi VI DPR RI,” papar dia dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Selasa (19/3/2024).

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia