Jumat, 15 Mei 2026

Indo Tambang (ITMG) Efisiensi, Target Harga Sahamnya Baru

Penulis : Jauhari Mahardhika
31 Mar 2024 | 11:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi tambang batu bara. (Image by freepik)
Ilustrasi tambang batu bara. (Image by freepik)

JAKARTA, investor.id – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mampu meningkatkan efisiensi operasional sepanjang 2023, sehingga dinilai berhasil mengurangi dampak penurunan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) batu bara.

Indo Tambang membukukan pendapatan sebesar Rp 36,1 triliun pada 2023, turun 35% (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya Rp 54,3 triliun. Adapun ASP batu bara perseroan terkikis 41% (yoy) menjadi US$ 113 per ton dari US$ 192 per ton.

“Itu sejalan dengan penurunan harga batu bara global secara keseluruhan di semua kalori,” tulis analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Axell Ebenhaezer dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

Namun, Indo Tambang sukses menurunkan beban pokok pendapatan sebesar 6% (yoy) menjadi Rp 24,9 triliun dari Rp 26 triliun. Hal tersebut disebabkan oleh berkurangnya biaya royalti. Sedangkan beban usaha emiten berkode saham ITMG itu terpangkas 35% (yoy) menjadi Rp 2,1 triliun dari Rp 3,2 triliun.

Meskipun tidak mencapai target total penjualan 2023 yang sebanyak 21,5-22,2 juta ton, ITMG tetap mencatatkan peningkatan penjualan batu bara sebesar 10,6% (yoy) menjadi sebanyak 20,9 juta ton dari 18,9 juta ton.

“Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh peningkatan penjualan domestik (5,1 juta ton vs 4,2 juta ton) dan ekspor ke China (6,9 juta ton vs 5,9 juta ton),” ungkap Axell.

Saat ini, ITMG masih memproses persiapan tambang batu bara terbaru, yaitu tambang Graha Panca Karsa (GPK) di Kutai Barat. Persiapan itu meliputi lahan untuk jalan angkut, pengeboran untuk kegiatan sampling, persiapan pelabuhan, mobilisasi alat berat, dan pembangunan fasilitas.

“Tambang GPK bertujuan untuk mendiversifikasi penawaran produk ITMG agar mencakup batu bara berkalori rendah,” sebut Axell.

ITMG juga terus memperluas lokasi tambang Bharinto dengan mempersiapkan area baru untuk kegiatan penambangan dan memaksimalkan utilitas area yang sudah ada. Itu berhasil meningkatkan produksi batu bara Bharinto sebesar 24% (yoy).

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 45 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia