Jumat, 15 Mei 2026

Meski Pendapatan Turun 24%, Adi Sarana Armada (ASSA) Mampu Kantongi Laba Bersih  

Penulis : M. Ghafur Fadillah
1 Apr 2024 | 04:20 WIB
BAGIKAN
PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA). (Foto: ASSA)
PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA). (Foto: ASSA)

JAKARTA, investor.id – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 4,4 triliun pada 2023. Angka itu turun 24% dari Rp 5,9 triliun pada 2022. Meski demikian, perseroan mampu mengantongi laba bersih Rp 103 miliar.

Direktur Utama Adi Sarana Armada (ASSA) Prodjo Sunarjanto menjelaskan, terlepas dari tantangan di bisnis yang dihadapi pada 2022, perseroan telah berhasil membukukan profitabilitas yang jauh lebih baik pada 2023. Hal itu dicapai dengan fokus pengembangan di bisnis mid-mile, efisiensi di last mile Anteraja, hingga diikuti oleh pertumbuhan dari setiap pilar bisnis yang lain, mulai dari rental kendaraan sampai penjualan kendaraan bekas.

“Hal ini seiring dengan pemulihan ekonomi Indonesia yang terjadi, dimana mayoritas pelanggan kami adalah B2B. Kedepannya kami menargetkan untuk terus menjaga dan mengembangkan model bisnis yang sustainable baik secara organik maupun anorganik dalam ekosistem ASSA group,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (31/3/2024).

ADVERTISEMENT

Prodjo menjabarkan, pendapatan perseroan dari segmen penyewaan kendaraan, autopool dan juru mudi ini, pada tahun 2023 ASSA berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 1,8 triliun, meningkat 7% dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan dari pilar bisnis logistik, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 228,3 miliar, atau meningkat 26% YoY.

Secara keseluruhan, Prodjo mengatakan, kontribusi dari pelanggan eksternal ke segmen logistik mengalami peningkatan pada 2023, persentasenya naik dari 28% pada tahun 2022 menjadi 43%.

“Untuk bisnis kurir last mile Anteraja, strategi efisiensi  berhasil menurunkan biaya operasional sebesar 18% menjadi Rp 334,2 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang melompat sebesar Rp 409,2 miliar,” jelas dia.

Adapun di bisnis kendaraan bekas, anak usaha ASSA yakni PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) tahun ini membukukan performa positif dengan pencapaian melebihi target awal tahun.  ASLC membukukan pendapatan dari penjualan ritel melalui Caroline.id pada tahun 2023 sebesar Rp 479,3 miliar, meningkat 41,2% dari Rp 339,4 miliar pada tahun 2022.

“Peningkatan daya beli masyarakat seiring peningkatan pertumbuhan ekonomi pasca pandemi juga mendorong pertumbuhan jumlah kendaraan yang berhasil dilelang melalui JBA,” paparnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, perseroan berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan bisnis lelang, dari fee lelang dan fee admin, di tahun 2023 tercatat sebesar Rp 202,8 miliar. Angka itu meningkat 44,4% YoY dari 2022 mencapai Rp 140,5 miliar.  

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia