Jumat, 15 Mei 2026

Masih Tertekan, Harga CPO Bakal Segini

Penulis : Indah Handayani
1 Apr 2024 | 05:20 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi CPO (ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/rwa)
Ilustrasi CPO (ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/rwa)

JAKARTA, investor.id – Harga CPO diprediksi masih akan tertekan pada pekan ini. Hal itu dipengaruhi oleh ramainya sentimen negatif, mulai dari rilisnya data ekspor CPO Malaysia, situasi di negara produsen utama (Indonesia dan Malaysia) khususnya terkait kebijakan (ekspor, biodiesel dan DMO), situasi di negara importir utama (India, China dan Uni Eropa), cuaca La Nina dan situasi di pasar minyak kedelai. Harganya pun akan bergerak segini.

Research and Development ICDX Girta Yoga menjelaskan, permintaan CPO dari China dan India kemungkinan akan bergerak stabil. Terlebih, dua negara produsen utama yakni Indonesia dan Malaysia yang saat ini merayakan Ramadan dan hari Idulfitri pada bulan depan berpotensi membatasi pasokan ke pasar global guna memastikan ketersediaan pasokan untuk pasar domestik.

“Harga CPO semakin terbebani seiring dengan pelemahan minyak kedelai. Hal ini terlihat dari level stok kedelai per tanggal 1 Maret yang terlihat lebih tinggi dari level stok tahun lalu,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, baru-baru ini.  

ADVERTISEMENT

Berdasarkan hal tersebut, Yoga memprediksi harga CPO akan bergerak pada level resistance berada di kisaran harga 4.150 – 4.170 Ringgit Malaysia per ton. “Apabila mendapat katalis negatif, maka berpotensi menemui level support di kisaran harga 4.120 – 4.100 Ringgit Malaysia per ton,” jelas Yoga.

Berdasarkan basis mingguan, harga CPO April 2024 menguat 18 Ringgit Malaysia menjadi 4.325 Ringgit Malaysia per ton, Mei 2024 naik 14 Ringgit Malaysia menjadi 4.266 Ringgit Malaysia per ton, Juni 2024 meningkat 6 Ringgit Malaysia menjadi 4.194 Ringgit Malaysia per ton.

Sedangkan Juli 2024 terkerek 3 Ringgit Malaysia menjadi 4.109 Ringgit Malaysia per ton, Agustus menguat 4 Ringgit Malaysia menjadi 4.029 Ringgit Malaysia per ton, dan September 2024 melesat 13 Ringgit Malaysia menjadi 3.971 Ringgit Malaysia per ton. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia