Ramai Sentimen Positif, Harga Batu Bara Berpotensi Menguat
Yoga menambahkan, meskipun situasi di Shanxi dilaporkan telah kembali normal, namun sumber dari Departemen Riset Asosiasi Transportasi dan Distribusi Batu Bara China mengatakan bahwa pasokan domestik saat ini masih berlebih, dan untuk level impor batu bara saat ini juga dikatakan masih berada di level yang tinggi.
“Komentar tersebut mengindikasikan potensi penurunan permintaan batu bara impor karena produksi dalam negeri masih berlebih. Akan tetapi, dengan adanya insiden Baltimore berpotensi terjadi peralihan permintaan batu bara dari AS ke produsen Asia,” jelas Yoga.
Dengan demikian, lanjut Yoga, harga batu bara pada April berpotensi bergerak dengan perkiraan level resistance berada di kisaran harga US$ 130 - 132 per ton. Apabila mendapat katalis negatif, maka berpotensi menemui level support di kisaran harga US$ 128 – 126 per ton.
Yoga menyebut, pada pekan lalu, harga batu bara bergerak menguat tipis sebesar 0,04%. Sepanjang bulan Maret, harga batu bara bergerak bearish dengan penurunan sebesar 2,27%. Dilihat secara year to date (YTD), harga batu bara tercatat mengalami penurunan sebesar 2,20%.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






