Jumat, 15 Mei 2026

Pendapatan Energi Mega (ENRG) Turun tapi Laba Naik, Proyeksi di 2024 Disebut

Penulis : Thresa Sandra Desfika
1 Apr 2024 | 07:20 WIB
BAGIKAN
Energi Mega Persada (ENRG). Perseroan
Energi Mega Persada (ENRG). Perseroan

JAKARTA, investor.id - Emiten Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) membukukan laba bersih US$ 68,43 juta (sekitar Rp 1,05 triliun) sepanjang tahun 2023. Angkanya naik tipis 3% dari US$ 66,75 juta.

Meski laba naik, tapi penjualan bersih Energi Mega turun 7% dari US$ 451,93 juta pada 2022, menjadi US$ 420,77 juta pada tahun 2023.

Direktur Utama ENRG  Syailendra S Bakrie menjelaskan menjelaskan bahwa perusahaan berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih terlepas dari tantangan yang dihadapi di tahun 2023.

ADVERTISEMENT

“Produksi minyak ENRG terus meningkat terlepas dari penurunan produksi gas. Harga minyak dunia mengalami penurunan, dan di lain pihak, harga jual gas perusahaan cukup konsisten,” ungkap Syailendra dalam keterangan resmi, Senin (1/4/2024).

Ia menyatakan, Energi Mega menunjukkan kinerja yang semakin membaik dari kuartal ketiga ke kuartal keempat di tahun 2023. “Laju penurunan produksi gas semakin melambat, dan produksi minyak terus menunjukkan peningkatan,” sebut manajemen.

Adapun harga jual minyak dan gas tetap konsisten masing-masing di atas US$ 80 dan US$ 6,1. Oleh karenanya, Energi Mega berhasil membukukan kenaikan penjualan bersih, EBITDA, dan laba bersih masing-masing sebesar 19%, 52%, dan 19% dari Q3 ke Q4 2023. 

Lebih Baik

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia